1981-04-11 Lantik Delapan Dubes Baru, Presiden Soeharto: Politik Bebas Aktif Mantafkan Kemerdekaan Ekonomi dan Politik

Lantik Delapan Dubes Baru, Presiden Soeharto: Politik Bebas Aktif Mantafkan Kemerdekaan Ekonomi dan Politik[1]

 SABTU, 11 APRIL 1981 Di Istana Negara, pagi ini Presiden Soeharto melantik delapan orang duta besar baru. Para duta besar itu adalah Dra. Sukadiah untuk Denmark, A Kobir Sastradirdja untuk Italia, H Asnawi Mangkualam untuk Birma (merangkap Nepal), Irawan Darsa untuk Jenewa (PBB), Fauzi Abdul Rani untuk Pakistan, Abdul Aziz Bustam untuk Papua Nugini, Drs. Gamawan Darmaputra untuk Suriah, dan Usodo Notodirdjo untuk Norwegia.

Dalam amanatnya, Presiden Soeharto mengatakan bahwa keadaan dunia sekarang memang telah jauh berbeda dengan keadaan dan kebutuhan perjuangan sewaktu kita menegakkah dan mempertahankan kemerdekaan dahulu. Namun politik luar negeri kita yang bebas dan aktif, yang digariskan pada masa awal kemerdekaan, sama sekali tidak akan kita tinggalkan, malahan harus makin kita laksanakan selurus-lurusnya. Politik luar negeri yang bebas dan aktif itulah yang akan membimbing kita untuk memantapkan kemerdekaan nasional kita, yaitu: merdeka di Iapangan politik dan merdeka di lapangan ekonomi. (AFR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 414-415. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.