1981-02-23 Buka Raker Gubernur/Bupati/Walikota, Presiden Soeharto Paparkan Enam Sukses Repelita III

Buka Raker Gubernur/Bupati/Walikota, Presiden Soeharto Paparkan Enam Sukses Repelita III[1]

SENIN, 23 FEBRUARI 1981 Menyambut pembukaan Rapat Kerja Gubemur/Kepala Daerah dan Bupati/ Walikota seluruh Indonesia di Balai Sidang Senayan, Jakarta, pagi ini, Kepala Negara mengatakan bahwa meskipun rapat kerja ini diadakan setiap tahun, namun jangan sekali-kali dianggap sebagai kegiatan rutin. Dikatakannya bahwa masalah dan tantangan pembangunan yang kita hadapi seakan-akan tidak ada hentinya. Presiden meminta semua Kepala Daerah untuk menyatukan diri lahir batin, memusatkan pikiran dan usaha bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat, karena kemajuan dan kesejahteraan rakyat itulah yang merupakan panji-panji yang kita kibarkan tinggi-tinggi.

Pada kesempatan itu Presiden meminta agar Keputusan Presiden No. 14A Tahun 1980, yang merupakan “sukses keenam” dari “Enam Sukses” yang telah digariskan Pemerintah, dilaksanakan secara konsekuen. Hal ini penting dalam melaksanakan penggunaan anggaran belanja yang sesuai dengan Trilogi Pembangunan. Disamping itu juga ditekankan agar program pembangunan yang digariskan dalam GBHN dan diperinci dalam Pelita III, APBN, APBD, secara nasional dapat dilaksanakan secara terpadu.

Dalam Repelita III ini kita sudah bertekad meningkatkan pemerataan pembangunan di segala bidang, karena itu dalam Trilogi Pembangunan, pemerataan pembangunan menuju keadaan sosial mendapat tempat utama.

Selanjutnya Presiden Soeharto juga mengharapkan agar “sukses pertama” dari “Enam Sukses” itu, yang menyangkut bidang produksi pangan, tetap dilaksanakan dengan baik, guna mewujudkan swasembada pangan secepatnya. Oleh karena itu diminta agar kepala daerah memberi perhatian mengenai peningkatan produksi pangan dengan sungguh­sungguh. Sedangkan mengenai “sukses kedua”, dikatakan bahwa pelaksanaan Inpres akan lebih disempurnakan demi keberhasilannya. Untuk itu Kepala Negara meminta perhatian dari para kepala daerah dalam melaksanakan program PKK dalam rangka pembangunan masyarakat.

Tentang “sukses ketiga”, yaitu bidang koperasi, Presiden mengingatkan bahwa kebangkitan koperasi hams didukung, karena hal itu sangat menunjang upaya nasional dalam rangka meratakan kegiatan dan hasil pembangunan sampai tingkat paling bawah. Menurut Kepala Negara selanjutnya, “sukses keempat” yang mempakan program kependudukan, pelaksanaannya harus ditingkatkan, baik itu keluarga berencana maupun transmigrasi. Sedangkan mengenai “sukses kelima”, Presiden Soeharto meminta pemerintah daerah untuk mendorong penyelenggaraan penataran P4 di daerahnya masing-masing. Sukses keenam adalah pelaksanaan Keppres No. 14A. Demikian antara lain sambutan Presiden. (AFR)

___________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 398-399. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.