1980-07-10 Presiden Soeharto Buka Seminar Kadin “Menjadi Tuan Di Negeri Sendiri”

Presiden Soeharto Buka Seminar Kadin “Menjadi Tuan Di Negeri Sendiri”[1]

 

KAMIS, 10 JULI 1980, Presiden Soeharto hari ini membuka seminar Kadin Indonesia yang bertemakan “Dengan Keppres 14A menuju cita-cita menjadi tuan di negeri sendiri”. Upacara pembukaan berlangsung di Istana Negara dan selanjutnya diteruskan dengan sidang-sidang di Ramayana Room Hotel Indonesia Sheraton sampai dengan tanggal 12 Juli 1980.

Presiden Soeharto, dalam sambutannya, mengatakan bahwa dalam Keputusan Presiden No. 14A itu terkandung dua aspek penting dari strategi pembangunan kita, yaitu pemerataan keadilan dan kebangkitan kekuatan ekonomi nasional yang lebih menyeluruh. Kedua aspek itu merupakan unsur pokok bagi terwujudnya ketahanan ekonomi kita.

Selanjutnya Presiden mengatakan bahwa Keputusan Presiden No. 14A itu merupakan kelanjutan dan penegasan lagi dari langkah-langkah pelaksanaan yang kita tempuh dalam pengembangan kekuatan ekonomi nasional kita, khususnya untuk dunia usaha yang lebih adil dan lebih merata. Didalamnya terkandung usaha yang sangat mendasar, yaitu untuk memecahkan ketimpangan yang selama ini terasa, dimana di satu pihak adanya lapisan kecil masyarakat dengan kedudukan ekonomi yang sangat kuat, dan di lain pihak terbentangnya lapisan luas masyarakat dengan kedudukan ekonomi yang lemah. Ketimpangan ini merupakan bagian dari warisan sejarah masa lampau yang sangat panjang, yang dewasa ini dalam alam kemerdekaan dan era pembangunan ini harus kita usahakan mengatasinya setahap demi setahap.

Presiden Soeharto mengharapkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) turut mengambil bagian dalam bidang-bidang perindustrian, industri pertanian dan angkutan. Presiden Soeharto mengemukakan hal itu ketika menerima pimpinan HIPMI yang dipimpin oleh ketuanya, Ponco Sutowo, pagi ini di Bina Graha.

Dalam pertemuan selama satu jam dengan HIPMI itu, Kepala Negara menekankan agar organisasi itu tidak hanya bergerak dalam bidang usaha yang bermodal Rp20-200 juta, tetapi kalau mungkin bergerak juga dalam bidang usaha yang lebih besar. Selanjutnya Presiden menganjurkan anggota HIPMI untuk mengadakan usaha gabungan bilamana modal HIPMI belum kuat. (AFR)



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 312. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.