1980-03-11 Lepas Perwira Remaja AKABRI, Presiden Soeharto: Proklamasi Kemerdekaan Bukan Akhir Cita-Cita

Lepas Perwira Remaja AKABRI, Presiden Soeharto: Proklamasi Kemerdekaan Bukan Akhir Cita-Cita[1]

SELASA, 11 MARET 1980 Pagi ini Presiden Soeharto bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam acara penglepasan perwira remaja lulusan Akabri di Yogyakarta. Dalam amanatnya, Kepala Negara antara lain menyatakan bahwa kemerdekaan nasional bukanlah akhir dari cita-cita bangsa Indonesia, karena bangsa Indonesia ingin mencapai kehidupan lahir batin yang lebih baik, ingin merasakan kemajuan dan kesejahteraan bersama yang berkeadilan sosial, serta ingin hidup bersama menjadi bangsa yang kokoh kuat dan terhormat dalam pergaulan bangsa-bangsa di dunia. Cita-cita ini hanya dapat diwujudkan dengan pembangunan.

Karena itu, demikian Presiden, para perwira remaja bersama dengan segenap kaum muda Indonesia memiliki kesempatan sejarah yang sama besarnya dengan pendahulu-pendahulu mereka, yaitu membangun bangsa dan tetap menjunjung tinggi kehormatan negara. Kepala Negara mengharapkan agar perwira remaja ABRI menjadi perwira yang dicintai rakyat dan dimanapun bertugas dapat menunjukkan sikap sebagai pelindung dan pengayom rakyat. Selanjutnya dikatakan bahwa dengan menunjukkan sikap sebagai pelindung dan pengayom rakyat, maka dengan melihat para perwira ABRI saja rakyat sudah merasa tentram dan bergairah di dalam rangka membangun masa depannya. Oleh karena itu Presiden meminta kepada semua perwira remaja yang baru dilantik, agar menjaga kehormatan dan tradisi ABRI. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 275. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.