1979-11-05 Presiden Soeharto Instruksi Hindari Hutan Primer, Enam Lokasi Transmigrasi Dibatalkan

Presiden Soeharto Instruksi Hindari Hutan Primer, Enam Lokasi Transmigrasi Dibatalkan

SENIN, 5 NOVEMBER 1979 Hari ini Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Harun Zain, Menteri Muda Urusan Transmigrasi, Martono, dan Direktur Jenderal Transmigrasi, Kadarusno. Dalam pertemuan itu, Kepala Negara menginstruksikan kepada mereka dan instansi terkait lainnya agar mencari lokasi potensial non-hutan primer bagi pelaksanaan program transmigrasi. Kebijaksanaan Presiden dalam hal ini adalah jelas bahwa dalam mencari lokasi transmigrasi, areal hutan primer harus dihindarkan, sebab di masa yang akan datang kayu semakin tinggi nilainya. Diungkapkan oleh Presiden bahwa di dunia sekarang ini hanya Indonesia dan Sabah saja yang banyak mempunyai cadangan kayu tropis.
Sesuai dengan Instruksi Presiden itu, maka untuk tahun 1980-1981, enam lokasi yang direncanakan untuk lokasi transmigrasi telah dibatalkan. Keenam lokasi itu adalah di Solok (Sumatera Barat), Ketahun (Bengkulu), Pematang (Sumatera Selatan), Batu Licin (Kalimantan Selatan), Tenggarong (Kalimantan Barat), dan Rengat (Riau). (AFR).

____________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 222. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.