1979-06-23 Menerima Dubes Afganistan, Presiden Soeharto Gerakan Non-Blok Perlu Perjuangkan Tata Ekonomi Dunia Baru Yang Berkeadilan

Menerima Dubes Afganistan, Presiden Soeharto Gerakan Non-Blok Perlu Perjuangkan Tata Ekonomi Dunia Baru Yang Berkeadilan[1]

SABTU, 23 JUNI 1979 Bertempat di Istana Merdeka, jam 09.00 pagi ini Presiden Soeharto menerima surat kepercayaan Duta Besar Republik Demokrasi Afghanistan untuk Indonesia, Prof. Dr. Mohammad Ahsan Rostamal. Ketika menyambut pidato Duta Besar Rostamal, Kepala Negara mengatakan bahwa gerakan Non-Blok perlu menyiapkan diri dengan tugas-tugas zaman sekarang. Tugas itu adalah tugas yang sangat besar, yaitu membebaskan beratus-ratus juta rakyat kita dari kemelaratan, kemiskinan dan kemunduran. Perjuangan ini, demikian Presiden, tidak kalah pentingnya dari perjuangan melawan kolonialisme bentuk lama. Ditambahkannya bahwa gerakan Non-Blok ini perlu makin mengkonsolidasikan diri dalam perjuangan besar untuk membangun tata ekonomi dunia baru yang lebih menjamin kemajuan dan keadilan bagi semua bangsa.

Sementara itu, ketika melantik empat orang duta besar RI yang baru di tempat yang sama, satu jam kemudian, Kepala Negara mengatakan bahwa gerakan Non-Blok ini harus mampu memelihara kemumiannya, dengan memusatkan diri pada tantangan dan kebutuhan baru. Menurut Presiden, tantangan dan kebutuhan baru itu berupa perjuangan membangun tata ekonomi dunia yang lebih adil dan lebih menjamin pembangunan semua bangsa. Diingatkannya bahwa apabila gerakan non-blok ini sudah kehilangan kemumiannya, maka hilanglah arti Non-Blok itu sendiri.

Keempat duta besar yang dilantik itu adalah Sayidiman Suryohadiprojo untuk Jepang, Abdulrahman Setjowibowo untuk Finlandia, Sagiri Kartanegara untuk Irak, dan R Djundjunan Kusumahardja untuk Republik Rakyat Korea.(AFR)



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 174-175. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.