1979-05-13 Menuju Sumba Timur, Presiden Soeharto Tinjau Hama Tikus dan Serahkan Penyemprot Hama

Menuju Sumba Timur, Presiden Soeharto Tinjau Hama Tikus dan Serahkan Penyemprot Hama[1]

MINGGU, 13 MEI 1979, Presiden dan Ibu Soeharto jam 07.15 pagi ini bertolak dari Bali menuju Waingapu, NTB. Dari Waingapu, Presiden dan Ibu Soeharto menuju desa Lailunggi, kecamatan Tambudung, Sumba Timur, untuk meninjau hamparan sawah yang mengalami serangan hama tikus. Ibu Tien Soeharto tiba di Bali dari Jakarta kemarin sore.

Menyaksikan dari dekat akibat hama tikus itu, Presiden mengatakan bahwa serangan hama terhadap pangan janganlah dibiarkan sebagai tontonan saja, melainkan harus segera ditanggulangi secara gotong-royong. Dinasihatkannya agar para petani di desa itu tidak hanya menanam satu jenis tanaman saja, sehingga kalau terjadi serangan hama terhadap sawah mereka, masih ada bahan makanan lainnya yang dapat dimakan.

Pada kesempatan itu Kepala Negara telah menyerahkan lima buah alat penyemprot hama, 100 hemposan tikus, 40 blander, 804 kilogram racun tikus dan setengah karung belerang. Untuk meningkatkan kualitas dan populasi ternak setempat, Presiden berjanji akan memberikan bantuan seribu ekor sapi bibit jenis Brahma kepada para petani. Selesai inspeksi, sore ini juga Presiden dan Ibu Soeharto langsung kembali ke Jakarta. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 159. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.