1979-05-02 Hadiri Tahun Internasional Anak, Presiden Soeharto: Harus Bisa Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Hadiri Tahun Internasional Anak, Presiden Soeharto: Harus Bisa Mikul Dhuwur Mendhem Jero[1]

 

RABU, 2 MEI 1979, Tahun Internasional Anak-anak dirayakan di Plaza Taman Mini Indonesia Indah hari ini dan dihadiri oleh sekitar 8.000 murid 340 SD seluruh DKI. Perayaan yang dihadiri oleh Presiden dan Ibu Soeharto ini juga diadakan sehubungan dengan Hari Pendidikan Nasional, Hari Kanak-kanak Internasional dan seratus tahun kelahiran Ibu Kartini.

Dalam sambutan tanpa teks selama 30 menit, Presiden antara lain mengatakan bahwa sebagai anak, maka setiap anak berhutang budi kepada orang tua, sedangkan sebagai murid ia berhutang budi kepada gurunya. Oleh karena itu Kepala Negara menasihati agar anak-anak menghargai jasa orang tua dan gurunya serta hormat dan patuh kepada orang tua dan guru mereka. Khusus menyangkut hubungan anak dan orang tua Presiden menguraikan ajaran yang selama ini dihayatinya, yaitu mikul dhuwur mendhem jero, yang berarti bahwa anak harus menjunjung tinggi nama orang tua dan memendam sedalam mungkin hal-hal yang bisa menjatuhkan nama baik orang tua. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 155. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.