1979-02-24 Lantik Tiga Dubes, Presiden Soeharto: Politik LN Bebas Aktif, Harus Diabdikan Untuk Kepentingan Nasional

Lantik Tiga Dubes, Presiden Soeharto: Politik LN Bebas Aktif, Harus Diabdikan Untuk Kepentingan Nasional [1]

 

SABTU, 24 FEBRUARI 1979 Bertempat di Istana Negara, pukul 10.00 pagi ini Presiden Soeharto melantik tiga orang duta besar baru Indonesia. Ketiga duta besar itu adalah, Mayjen. J Moeskita untuk Republik Federasi Jerman, Laksda. (Purn.) Haryono Nimpuno untuk Republik Austria, dan RM Mohamad Hasan untuk Republik Demokrasi Jerman.

Dalam amanat pelantikannya, Kepala Negara kembali mengingatkan bahwa politik luar negeri yang bebas dan aktif harus kita abdikan kepada kepentingan nasional. Dan kepentingan nasional kita yang paling utama sekarang ini, demikian Presiden, ialah pelaksanaan pembangunan secara bertahap yang harus dapat meningkatkan kesejahteraan kita bersama. Kita semua bertekad dan berusaha agar pembangunan ini berhasil, sebab kegagalan pembangunan berarti kehidupan dan masa depan kita. Apabila hal ini sampai terjadi, demikian diingatkannya, akan mempunyai akibat yang sulit kita bayangkan.

Selanjutnya, Presiden meminta semua duta besar dapat menemukan setiap peluang untuk melemparkan barang-barang kita di pasaran dunia. Para duta besar dimintanya untuk tetap waspada dan ulet berusaha, sekalipun dalam tahun-tahun mendatang nilai ekspor kita memang diperkirakan akan naik. (AFR)

______________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 128. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.