1978-11-17 Menerima Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Presiden Soeharto: Tingkatkan Berantas Penyelundup

Menerima Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Presiden Soeharto: Tingkatkan Berantas Penyelundup

JUM’AT, 17 NOVEMBER 1978 Direktur Jenderal Bea dan Cukai menghadap Presiden Soeharto pagi ini di Cendana. Pada kesempatan itu Kepala Negara telah meminta semua petugas Bea dan Cukai untuk memberikan pelayanan yang cepat bagi pengeluaran barang impor jenis bahan baku dan penolong untuk keperluan industri dalam negeri. Dengan pelayanan cepat akan dapat dihindari beban tambahan kepada biaya produksi barang dalam negeri, karena ongkos gudang dapat ditekan, serta kemungkinan hilang dan rusaknya barang di gudang pelabuhan dapat diperkecil.
Kepala Negara juga mengharapkan agar para petugas Bea dan Cukai dapat terus meningkatkan kewaspadaan didalam penyelesaian barang impor, sehingga barang impor tidak merusak harga barang dalam negeri. Untuk itu setiap petugas Bea dan Cukai diperintahkan untuk menetapkan bea masuk dan pungutan impor lainnya sesuai dengan jenis (tarif), harga dan jumlah yang sebenarnya.
Dalam pertemuan itu, Presiden juga memerintahkan agar usaha pemberantasan penyelundupan terus ditingkatkan, karena barang selundupan akan mengganggu perkembangan industri dalam negeri. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Tahir, seusai menghadap Kepala Negara.(AFR).

________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 87. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.