1978-10-04 Presiden Soeharto: Indonesia Kehilangan Elan Dinamis Jika Pemuda Hanya Pengekor

Presiden Soeharto: Indonesia Kehilangan Elan Dinamis Jika Pemuda Hanya Pengekor[1]

RABU, 4 OKTOBER 1978 Bertempat di Bina Graha, jam 09.00 pagi ini Presiden Soeharto membuka Lokakarya Nasional Pembinaan Generasi Muda. Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan bahwa sebagai ideologi nasional, Pancasila merupakan pengikat bangsa dan masyarakat kita yang majemuk ini. Pancasila benar-benar merupakan rangkuman yang padat dan padu dari cita-cita yang hidup dalam kalbu bangsa kita. Adanya peristiwa-peristiwa destruktif dan perongrongan terhadap kesaktian Pancasila, sebenarnya adalah karena masih ada orang-orang yang belum menghayati dan mengamalkan Pancasila. Oleh karena itu, untuk menghindari krisis dan kemelut seperti yang pernah terjadi pada masa-masa lalu, kita harus memasyarakatkan Pancasila agar benar-benar dihayati dan diamalkan dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Khusus mengenai generasi muda, Presiden Soeharto mengemukakan bahwa bangsa kita akan mengalami kemunduran dan kehilangan elan dinamis apabila generasi muda hanya menjadi “pengekor” dan bukan “pelopor”. Apa yang kita harapkan tidak lebih dari terpeliharanya keutuhan dan kelestarian bangsa kita, sehingga dalam mengejar kemajuan kita tidak perlu terhambat oleh hal-hal yang bersifat membuang-buang waktu, pikiran dan tenaga. Untuk itu, demikian ditegaskannya, perlu ada usaha-usaha dari generasi muda sendiri untuk menghilangkan faktor-faktor yang memecah belah generasi muda. (AFR).



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 71-72. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.