1978-06-20 Buka Konfrensi Ketua Mahkamah Agung se Asia-Fasifik, Presiden Soekarto: Kewajiban Peradilan Melindungi Hak-Hak Masyarakat

Buka Konfrensi Ketua Mahkamah Agung se Asia-Fasifik, Presiden Soekarto: Kewajiban Peradilan Melindungi Hak-Hak Masyarakat[1]

SELASA, 20 JUNI 1978 Konferensi para Ketua Mahkamah Agung se Asia dan Pasifik Barat ke-7 dibuka oleh Presiden Soeharto pada pukul 10.00 pagi ini di Balai Sidang, Jakarta. Dalam kata sambutannya, Presiden mengatakan bahwa setiap hak dan kebebasan tidak terkecuali kebebasan peradilan, membawa serta tanggungjawab dan kewajiban-kewajiban. Dengan demikian kebebasan itu tidak mutlak sifatnya. Adalah suatu kewajiban peradilan untuk melindungi hak-hak seseorang dalam masyarakat.

Lebih jauh dikatakannya bahwa tumpuan kepercayaan masyarakat dapat diserahkan kepada pengadilan, apabila penanganan serta penguasaan teknik peradilan oleh para hakim dapat dilaksanakan sebaik-baiknya disertai pula dengan integritas moril, kearifan serta kemampuan untuk mengejawantahkan kesadaran hukum dan keadilan dari masyarakat. Dalam rangka membangun dan menumbuhkan badan-badan pengadilan yang demikian itulah maka dalam perundang -undangan diatur hubungan dan kerjasama antara pemerintah dan Mahkamah Agung yang akan menunjang dan menjamin terselenggaranya peradilan yang bebas dan bertanggung­jawab, yang adil, cepat dan terjangkau oleh rakyat. (AFR)



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 34. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.