1978-02-28 Jelang SU MPR, Pemerintah Berlakukan Minggu Tenang

Jelang SU MPR, Pemerintah Berlakukan Minggu Tenang[1]

SELASA, 28 FEBRUARI 1978 Kepala Staf Kopkamtib Laksamana Sudomo, sebelum sidang Dewan Stabilisasi Ekonomi Nasional siang ini di Bina Graha, menyatakan bahwa satu minggu sebelum sidang umum MPR dimulai akan diberlakukan minggu tenang agar jalannya sidang dapat lebih lancar. Masyarakat dianjurkan untuk selama satu minggu sebelum sidang umum MPR tenang-tenang dan tidak mengadakan kekacauan-kekacauan atau gerakan-gerakan. Ia menyatakan harapannya agar ada kesadaran dan disiplin nasional karena kita harus mengerti bahwa sidang umum MPR itu penting dalam menentukan nasib bangsa kita untuk lima tahun yang akan datang.

Mengenai mahasiswa yang ditahan, ia mengatakan bahwa masalah ini dapat diselesaikan setelah sidang umum MPR. Dalam hal ini masalahnya adalah masalah pendidikan, untuk mendidik mereka agar memiliki kesadaran dan bukan dimaksudkan untuk mematikan, dan lain-lain. Mahasiswa yang ditahan boleh mendaftarkan untuk tahun kuliah baru dengan jalan mengajukan permohonan. Tetapi sekarang mereka diskors oleh rektor masing-masing.

Mengenai bentrokan antara mahasiswa UGM dengan mahasiswa IAIN dan UII yang memasuki kampus UGM dikatakan bahwa itulah sebabnya kenapa dicegah agar jangan ada konsentrasi-konsentrasi mahasiswa. Sudah diinstruksikan agar tidak boleh ada konsentrasi oleh mahasiswa tersebut. Yang dipersoalkan adalah mahasiswa yang ekstrim yang mau mengganggu kuliah dan jalannya pendaftaran yang akhirnya tentu akan merugikan mereka sendiri, karena ini jelas merupakan tindakan yang melawan hukum. (AFR)

________________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 602-603. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.