1978-02-22 Resmikan Masjid Istiqlal, Presiden Soeharto: Dalam Membangun Masyarakat Pancasila, Pembangunan Agama Mutlak

Resmikan Masjid Istiqlal, Presiden Soeharto: Dalam Membangun Masyarakat Pancasila, Pembangunan Agama Mutlak [1]

 

RABU, 22 FEBRUARI 1978 Presiden Soeharto pagi ini meresmikan penggunaan Masjid Istiqlal di Jakarta. Dalam amanatnya Presiden menyatakan bahwa dalam membangun masyarakat yang berdasarkan Pancasila, pembangunan kehidupan beragama adalah mutlak. Karena itu pemerintah sangat memperhatikan pembangunan lembaga-lembaga pendidikan agama, seperti madrasah, pesantren, rumah-rumah ibadah seperti masjid, mushalla dan lain-lain.

Kepala Negara mengharapkan agar Masjid Istiqlal yang telah dijadikan sebagai masjid nasional itu dapat menjadi arena memperdalam taqwa kepada Allah, mempertinggi akhlak manusia. Masjid Istiqlal ini hendaknya dapat memancarkan Nur Islam di bumi Indonesia. Jadikanlah Masjid Istiqlal itu tempat mengolah pendidikan dakwah yang baik, tempat kegiatan sosial yang baik. Presiden mengingatkan agar janganlah Masjid Istiqlal itu dijadikan tempat untuk menumbuhkan semangat satu golongan saja atau untuk tujuan-tujuan lain diluar kepentingan ibadah dan pengembangan kehidupan agama Islam.

Untuk jangka panjang Presiden berharap agar masjid ini terus diperindah. Akan tetapi lebih indah dan lebih besar lagi harapan kita semua untuk bersama-sama meneruskan pembangunan bangsa kita yang bersatu dan rukun, sejahtera dan berbahagia, maju dan adil. Demikian Presiden. (AFR)

________________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 600-601. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.