1977-10-13 Presiden Soeharto Adakan Pembicaraan dengan Emir Kuwait dan Menuju Abu Dhabi

Presiden Soeharto Adakan Pembicaraan dengan Emir Kuwait dan Menuju Abu Dhabi[1]

 

KAMIS, 13 OKTOBER 1977 Pagi ini Presiden Soeharto mengadakan pembicaraan resmi pengan Emir Qatar di lstana Doha. Hal-hal yang dibahas dalam pertemuan itu meliputi hubungan bilateral, masalah Timur Tengah dan soal-soal intemasional lainnya. Kedua kepala negara sepakat tentang masalah keamanan, stabilitas dan perdamaian yang hakiki, dimana tujuan-tujuan yang mulia itu tidak mungkin dapat diwujudkan di wilayah Timur Tengah apabila Israel tidak mengundurkan diri dari seluruh wilayah Arab yang didudukinya termasuk Baitul Maqdis, dan dipulihkannya semua hak sah rakyat Palestina serta keleluasaan menggunakan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri.

Kepada Emir Qatar, Presiden Soeharto menjelaskan tentang perkembangan terakhir di Asia Tenggara, khususnya menyangkut ASEAN dan masalah Timor Timur. Dalam hubungan ini, Sheikh Khalifa Bin Hamad al Thani menyatakan dukungan Qatar sepenuhnya atas posisi Indonesia dalam masalah Timor Timur, dan menekankan bahwa masalah tersebut adalah persoalan dalam negeri Indonesia.

Presiden Soeharto beserta rombongan sore ini tiba di Abu Dhabi, dan disambut oleh Presiden Emirat Arab, Sheikh Zayet bin Sultan al Nahyan. Di lapangan udara, tidak diadakan upacara kebesaran militer, sebab ini merupakan protokoler yang berlaku di negara tersebut.

Hari ini Presiden Soeharto meninjau kota Al Ain yaitu tempat kelahiran Presiden Emirat. Kota tersebut terletak sekitar 60 kilometer dari Abu Dhabi. Di kota ini Presiden Soeharto dan Sheikh Zayet bersembahyang Jum’at.

Pembicaraan resmi kedua belah pihak dimulai malam ini. Namun sebelumnya telah diadakan jamuan makan kenegaraan oleh Sheikh Zayet bin Sultan al Nahyan sebagai penghormatan kepada Presiden Soeharto. (AFR).



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 553. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.