1977-02-03 Mensos Mintaredja Laporkan Adanya Perintis Kemerdekaan Palsu dan Usulkan “Taman Makam Kehormatan

Mensos Mintaredja Laporkan Adanya Perintis Kemerdekaan Palsu dan Usulkan “Taman Makam Kehormatan”[1]

 

KAMIS, 3 FEBRUARI 1977 Menteri Sosial Mintaredja melapor kepada Presiden tentang adanya 300 orang perintis kemerdekaan palsu dan mengusulkan diadakannya Taman Makam Kehormatan. Perintis kemerdekaan palsu itu banyak ditemui di Sumatera Barat dan Bandung. Beberapa pegawai Departemen Sosial terlibat dalam pemalsuan keterangan dan kepada mereka akan dikenakan tindakan. Selain itu Menteri Sosial juga mengusulkan agar nama “Taman Makam Pahlawan” diubah menjadi “Taman Makam Kehormatan”, karena yang dimakamkan di sana tidak seluruhnya pahlawan: ada yang karena jasa-jasanya menerima Bintang Mahaputera atau meninggal ketika dalam tugas.

Usul tersebut tidak disetujui oleh Presiden. Kepala Negara menyarankan agar dilakukan pengaturan yang baik bagi orang-orang yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, dan diteliti dengan ketat oleh Badan Pembina Pahlawan yang dipimpin oleh Brigjen. (Tit.) Nugroho Notosusanto. (AFR)

__________________

[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 452-453. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.