1976-12-10 Menerima PM Muangthai, Presiden Soeharto Ajak Tumbuhkan Semangat ASEAN

Menerima PM Muangthai, Presiden Soeharto Ajak Tumbuhkan Semangat ASEAN[1]

JUM’AT, 10 DESEMBER 1976, PM Tanin Kraivixien dari Muangthai, siang ini tiba di Jakarta untuk kunjungan resmi selama satu malam. Di lapangan udara intemasional Halim Perdanakusuma ia disambut dengan suatu upacara militer oleh Presiden Soeharto.

Sore ini, setelah melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto di Istana Merdeka, kedua pemimpin mengadakan pertemuan empat mata selama hampir dua jam. Selama kedua kepala pemerintahan itu terlibat dalam pembicaraan yang bersahabat dan akrab, di ruangan yang berbeda berlangsung pula perundingan antara pejabat-pejabat tinggi ekonomi, politik dan pertahanan-keamanan dari kedua negara.

Malam ini Presiden dan Ibu Soeharto menyelenggarakan jamuan makan di Istana Negara untuk menghormat kunjungan PM Tanin. Setelah itu acara dilanjutkan lagi dengan pertunjukan kesenian, yang berlangsung sampai hampir tengah malam.

Dalam pidato sambutannya pada acara santap malam, Kepala Negara mengingatkan bahwa apabila pada tahap-tahap permulaan kita telah berhasil bersama-sama menumbuhkan semangat ASEAN, maka sejak KTT Bali kita telah maju selangkah lagi dengan sasaran-sasaran yang lebih jelas dan terperinci. Yang penting sekarang adalah bagaimana kita segera mewujudkan apa yang kita sepakati bersama dalam KTT Bali itu, katanya.

Selanjutnya dikatakan oleh Presiden bahwa kita harus bekerja lebih cepat untuk mewujudkan apa yang kita sepakati untuk kita kerjakan bersama, karena kita sadar akan desakan waktu dan masalah-masalah yang kita hadapi. Dalam rangka kerjasama itulah, Presiden menyatakan kegembiraannya atas pertukaran pikiran yang telah dilakukannya siang tadi dengan kepala pemerintahan Muangthai itu. (WNR).



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 418. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.