1976-12-08 Lantik AKABRI, Presiden Soeharto: Kecanggihan Peralatan Perlu, Kebesaran Cita-Cita Lebih Perlu

Lantik AKABRI, Presiden Soeharto: Kecanggihan Peralatan Perlu, Kebesaran Cita-Cita Lebih Perlu[1]

 

RABU, 8 DESEMBER 1976, Kepala Negara pagi ini melantik 295 perwira lulusan Akabri dalam suatu upacara Prasetia Perwira yang berlangsung di Lapangan Dirgantara Akabri Udara. Perwira-perwira remaja tersebut terdiri atas 85 orang lulusan Akabri Darat, 42 orang dari Akabri Laut, 83 orang Akabri Udara, dan 85 orang dari Akabri Kepolisian.

Dalam amanatnya, Presiden mengatakan bahwa kekuatan ABRI terletak pada kenyataan bahwa ABRI  lahir dalam kebesaran cita-cita, kebesaran semangat, dan kebesaran tindakan. Selanjutnya ia menyerukan agar ABRI memelihara, memperkuat, dan meneruskan kekuatannya itu kepada generasi-generasi seterusnya, baik generasi muda dalam lingkungan ABRI maupun generasi-generasi muda bangsa Indonesia pada umumnya.

Ditandaskan oleh Kepala Negara bahwa dengan memelihara semangat lama sama sekali tidak berarti ABRI harus mundur kembali ke belakang. Organisasi dan peralatan modern memang perlu, katanya, tetapi keteguhan cita-cita, kebenaran pandangan hidup dan ketetapan hati untuk apa penggunaan senjata itu adalah lebih perlu. Tanpa itu maka organisasi dan peralatan modem tidak banyak artinya, malah mungkin digunakan kearah, yang salah. Demikian Presiden. (WNR).



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 417. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.