1976-02-09 Presiden Soeharto: Tempatkan Penyelundup di Nusakambangan

Presiden Soeharto: Tempatkan Penyelundup di Nusakambangan[1]

SENIN, 9 FEBRUARI 1976, Selama dua setengah jam pagi ini Presiden Soeharto mengadakan pembicaraan dengan beberapa menteri dan pejabat penting lainnya. Tampak hadir dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Kehakiman, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri/Sekretaris Negara, Jaksa Agung, Kepala Polri, Kepala Bakin, Kepala Staf Kopkamtib, Direktur Jenderal Bea-Cukai, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, dan Jaksa Agung Muda bidang Intel.

Pertemuan telah membahas tindak lanjut sidang Dewan Stabilisasi Ekonomi Nasional belum lama ini dimana Kepala Negara telah menginstruksi para menteri terkait untuk mengambil tindakan tegas dalam pemberantasan penyelundupan. Hari ini Presiden menggariskan bahwa perlu diambil tindakan yang menyeluruh terhadap penyelundupan, secara preventif dan represif. Dalam bidang preventif, pemerintah perlu menyempurnakan lagi dan melengkapi segala peraturan yang ada dan telah disalahgunakan oleh para pelaku penyelundupan. Dalam bidang represif, pemerintah perlu menentukan titik koordinasi, agar semua aparat dapat terkoordinasikan dalam tindakan menangkap para penyelundup. Presiden menunjuk Jaksa Agung untuk mengkoordinasikan pengamanan dalam bidang represif ini.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Negara juga mengusulkan agar para penyelundup yang berhasil ditangkap, supaya ditempatkan di Nusakambangan. Dalam hubungan ini Kepala Negara juga menghendaki agar di Nusakambangan itu pula ditempatkan suatu team pemeriksa yang tangguh, sehingga dapat membongkar kegiatan penyelundupan secara menyeluruh. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 334. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.