1975-09-26 Fretilin Tembak Pasukan ABRI di Perbatasan, Presiden Soeharto Instruksikan Tingkatkan Kewaspadaan

Fretilin Tembak Pasukan ABRI di Perbatasan, Presiden Soeharto Instruksikan Tingkatkan Kewaspadaan[1]

 

JUMAT, 26 SEPTEMBER 1975 Situasi di perbatasan Timor Indonesia dan Timor Portugis dilaporkan oleh Menteri Luar Negeri ad interim, Jenderal M Panggabean, kepada Presiden Soeharto malam ini di Cendana. Antara lain dilaporkan bahwa pihak Fretilin menembak pasukan ABRI yang bertugas di perbatasan.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Negara mengatakan bahwa Indonesia memperhatikan dengan serius situasi terakhir di daerah belahan Timor Portugis, terutama masalah penembakan yang dilakukan oleh pasukan Fretilin yang berhaluan kiri itu. Dalam hubungan ini Presiden memberikan instruksi agar pasukan kita yang berada di sekitar perbatasan dengan koloni Portugis itu meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kedudukan mereka. (AFR).



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 287. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.