1975-06-03 Sidang Kabinet Bentuk Panitia Penyusunan Orde Ekonomi Internasional Baru

Sidang Kabinet Bentuk Panitia Penyusunan Orde Ekonomi Internasional Baru [1]

 

SELASA, 3 JUNI 1975 Pukul 10.00 pagi ini Presiden Soeharto memimpin sidang Dewan Stabilisasi Ekonomi Nasional yang berlangsung di Bina Graha. Sidang hari ini telah memutuskan beberapa hal. Menyangkut bantuan desa, sidang memutuskan bahwa realisasi pemberian bantuan kepada desa dan daerah tingkat II dipercepat pelaksanaannya. Dengan demikian diharapkan bahwa pelaksanaan pembangunan baik di pedesaan maupun di daerah tingkat II dapat dipercepat.

Terungkap di dalam sidang bahwa bantuan desa dan daerah tingkat II dalam tahun anggaran 1975/1976 alokasinya tidak saja bertambah, melainkan realisasinya juga dipercepat. Dalam tahun 1974/1975 bantuan desa berjumlah Rp 11,4 milyar, sedangkan untuk tahun anggaran 1975/ 1976 jumlah bantuan meningkat menjadi Rp 14,4 milyar. Bantuan untuk daerah tingkat IImeningkat  dari Rp42,6 milyar dalam tahun 1974/1975 menjadi Rp 52,6 milyar dalam tahun 1975/1976.

Sidang juga memutuskan untuk Membentuk Panitia Tingkat Menteri yang bertugas menyusun suatu konsepsi Indonesia tentang Orde Ekonomi Internasional Baru. Menteri Negara Riset, Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo ditunjuk sebagai Ketua Panitia, sementara diantara para anggotanya termasuk Menteri Pertambangan, Prof. Dr. Mohammad Sadli, Menteri Pertanian Thojib Hadiwidjaja, dan Menteri Perhubungan Prof. Dr. Emil Salim. Konsepsi tersebut akan disusun berdasarkan bahan-bahan yang berasal dari pemerintah, lembaga-lembaga riset dan lembaga-lembaga ilmu pengetahuan. Konsepsi tersebut akan ditetapkan oleh Kepala Negara sebagai petunjuk bagi delegasi Indonesia dalam Sidang Umum PBB pada bulan September yang akan datang. (AFR)



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 253-254. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.