1975-04-04 Presiden Soeharto: Indonesia Tidak Memiliki Ambisi Teritorial

Presiden Soeharto: Indonesia Tidak Memiliki Ambisi Teritorial

 (Hasil Perbincangan Empat Mata Dengan PM Australia Soal Vietnam, Kamboja dan Timor Portugis)[1]

 

JUM’AT, 4 April 1975, Pagi ini Presiden Soeharto dan PM Whitlam menuju Brandoon, sebuah kota kecil yang terletak kira-kira 80 kilometer di sebelah tenggara Townsville. Didampingi oleh PM Whitlan, di sini Kepala Negara meninjau pabrik gula Pioneer yang juga bergerak dalam bidang peternakan. Sebelumnya Presiden telah pula mengunjungi sebuah perusahaan pemotongan hewan dan pembekuan daging yang terletak di pinggiran kota Townsville.

Siang ini di Brandoon, Presiden Soeharto dan PM Cough Whitlan selanjutnya pembicaraan mereka. Dalam pertemuan empat mata yang diadakan di kediaman direktur pabrik gula Pioneer ini, kedua pemimpin telah membahas perkembangan yang sedang terjadi di Vietnam dan Kamboja belakangan ini.

Untuk menghormati  kunjungan tidak resmi Presiden Soeharto  di Australia, malam ini PM Withlam mengadakan jamuan makan malam yang dilanjutkan kemudian dengan pembicaraan tidak resmi tahap ketiga. Setelah jamuan makan malam, Menteri/Sekretaris Negara, Sudharmono, menginformasikan bahwa dalam pembicaraan-pembicaraan yang telah berlangsung selama ini, Presiden Soeharto telah menjelaskan kepada PM Withlam bahwa Indonesia tidak mempunyai ambisi territorial. Hal ini dikaitkan dengan pembicaraan mengenai proses dekolonisasi yang sedang berlangsung di Timor Portugis. (AFR)



[1] Dikutip Langsung dari Buku Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978, hal. 234-235.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.