1975-02-26 Presiden Soeharto Buka Simposium Energi

Presiden Soeharto Buka Simposium Energi[1]

RABU, 26 FEBRUARI 1975, Presiden Soeharto hari ini di Balai Sidang Jakarta membuka simposium mengenai masalah energi, sumber alam, dan lingkungan hidup menjelang tahun 2000. Dalam amanat pembukaannya, Kepala Negara menegaskan bahwa telaah terhadap masalah-masalah energi, sumber kekayaan alam dan lingkungan hidup yang kait mengait itu tidak boleh membuat kita hanya terpaku pada masalah-masalah yang mendesak yang dirasakan sekarang. Pandangan kita harus juga luas ke depan menjangkau masalah-masalah, kemungkinan-kemungkinan dan keterbatasan-keterbatasan untuk masa dua atau tiga dasawarsa dari sekarang.

Dikatakannya pula bahwa dengan terdapatnya krisis energi dan pangan, yang melahirkan krisis lingkungan hidup, mendatangkan kecemasan bahwa unsur-unsur yang menjadi landasan bagi kelangsungan hidup manusia berangsur-angsur akan berkurang dan mungkin akhirnya punah. Kecemasan ini melahirkan pandangan tentang perlunya membekukan pertumbuhan, atau yang dikenal sebagai zero growth. Menurut Kepala Negara rencana pembekuan pertumbuhan itu tidak mungkin untuk dilaksanakan jikalau dunia tidak menetapkan sikap dasar yang baru, dan mengambil langkah-langkah nyata untuk menyelamatkan masa depan. Persoalan pokok kita sebenarnya adalah di satu pihak terus mempercepat pembangunan, dan di lain pihak mengamankan sumber kekayaan alam demi kelangsungan pertumbuhan bagi generasi-generasi yang akan datang. (WNR)


[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 215. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.