1974-01-17 Usai Lepas PM Tanaka, Presiden Soeharto Bahas Keamanan

Usai Lepas PM Tanaka, Presiden Soeharto Bahas Keamanan[1]

KAMIS, 17 JANUARI 1974, PM Tanaka pagi ini meninggalkan Jakarta. Di Halim Perdanakusuma PM Jepang itu dilepas oleh Presiden Soeharto. Dengan alasan keamanan, berlainan dari kebiasaan selama ini, perjalanan kedua pemimpin dari Bina Graha ke Halim Perdanakusuma ditempuh dengan pesawat helikopter.

Sekembali dari Halim Perdanakusuma, pukul 09.00 pagi ini Presiden memimpin sidang kabinet terbatas di Istana Merdeka. Menteri-menteri yang hadir dalam sidang tersebut adalah Amirmachmud, Adam Malik, Widjojo Nitisastro, Emil Salim, Mashuri, Sudhannono, M Jusuf, Radius Prawiro, Sunawar Sukawati, M Sadli, dan Jenderal Panggabean. Selain itu tampak pula hadir: Panglima Kopkamtib Jenderal Sumitro, Wakil Panglima Kopkamtib Laksamana Sudomo, Kasad, Kasal, Kasau, dan Deputi Kapolri.

Dalam sidang tersebut, Pemerintah memutuskan untuk mengambil enam langkah. Pertama, menertibkan pelaksanaan hak-hak demokrasi. Kedua, mencegah timbulnya tindakan-tindakan yang menjurus serta membuka peluang ke arah makar. Ketiga, mengembangkan serta memantapkan saling pengertian antara Pemerintah dan DPR serta antara Pemerintah dengan kekuatan-kekuatan politik yang bermanfaat bagi pelaksanaan Demokrasi Pancasila. Keempat, melakukan tindakan pengusutan terhadap mereka yang bertanggungjawab atas terjadinya peristiwa­peristiwa itu, berdasarkan hukum yang berlaku. Kelima, menindak tegas siapapun yang melakukan tindakan-tindakan kekerasan melawan hukum. Keenam, segera mengusahakan pulihnya kehidupan di DKI Jaya, khususnya kehidupan ekonomi.

Pada kesempatan itu pula, Kepala Negara menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua prajurit ABRI yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik selama terjadinya peristiwa-peristiwa kekerasaan di Ibukota dan selama kunjungan PM Tanaka. (WNR)


[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 94. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.