1974-01-04 Usai Iedul Adha, Presiden Soeharto Singgung Kegiatan Amal dan UU Perkawinan

Usai Iedul Adha, Presiden Soeharto Singgung Kegiatan Amal dan UU Perkawinan[1]

 JUM’AT, 4 JANUARI 1974, Presiden Soeharto pagi ini bershalat Idul Adha di Masjid Istiqlal. Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan bahwa membantu fakir miskin pada hari yang diwajibkan oleh agama Islam adalah perbuatan yang terpuji. Akan tetapi agama tidak hanya menyuruh kita yang mampu untuk membantu mereka yang perlu dibantu hanya pada beberapa hari besar saja dalam setahun. Kita wajib membantu mereka sepanjang tahun dan dalam setiap tahun. Membantu itu juga harus kita beri arti yang lebih dalam, tidak hanya sekadar memberi kelebihan rezeki yang kita miliki untuk memenuhi keperluan orang lain yang membutuhkan, melainkan sebagai usaha besar untuk membuat orang lain mampu berdiri sendiri.

Pada kesempatan itu Presiden juga menyinggung soal Undang-undang Perkawinan yang telah disetujui oleh DPR baru-baru ini. Menurut Presiden adanya undang-undang itu menunjukkan bahwa kita memerlukan persatuan. Selain itu, Undang-undang Perkawinan itu juga menginginkan agar terbentuknya suatu keluarga bahagia yang disinari dan dibimbing oleh nilai-nilai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam negara yang berdasarkan pada Pancasila. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 89. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.