1973-12-13 Menerima PM Selandia Baru, Presiden Soeharto: Kita Punya Masalah Masing-Masing, Tapi juga Punya Masalah Bersama

Menerima PM Selandia Baru, Presiden Soeharto: Kita Punya Masalah Masing-Masing, Tapi juga Punya Masalah Bersama[1]

KAMIS, 13 DESEMBER 1973, Perdana Menteri Selandia Baru, Norman Kirk, tiba di Jakarta siang ini dalam rangka kunjungan resmi di Indonesia. Presiden dan Ibu Tien Soeharto menyambut kedatangannya di Kemayoran. Dalam acara tukar menukar cinderamata di Istana Merdeka siang ini, PM Norman Kirk telah menghadiahkan kepada Ibu Soeharto sebuah leontin terbuat dari zamrud hijau, yaitu batu termahal di Selandia Baru, sementara kepada Presiden Soeharto dihadiahkannya sebuah meja teh. Sementara itu Presiden menghadiahkan seperangkat meja dengan dua kursi yang terbuat dari kayu hitam dengan ukiran Jepara.

Untuk menghormat kunjungan pemimpin Selandia Baru ini, malam ini Presiden Soeharto mengadakan jamuan makan di Istana Negara. Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa sebagai negara tetangga dan sahabat, Indonesia dan Selandia Baru masing-masing memiliki potensi­potensi yang penting, yang dapat dimanfaatkan secara saling menguntungkan dalam rangka mengisi hubungan persahabatan yang tulus dan ikhlas. Dikatakannya bahwa masing-masing bangsa mempunyai persoalan sendiri-sendiri, tetapi juga menghadapi masalah-masalah bersama.

“Tentulah kita masing-masing telah mempunyai jawaban terhadap persoalan-persoalan itu”, kata Presiden. Tetapi, dilanjutkannya, sudah pasti sangat bermanfaat hasil tukar pikiran, tukar pengalaman dan pembulatan pendapat mengenai langkah-langkah yang dapat kita ambil bersama. Demikian Kepala Negara. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 72. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.