1973-09-19 Presiden Soeharto: Empat Masalah penting Hadapi Musim Tanam

Presiden Soeharto: Empat Masalah penting Hadapi Musim Tanam[1]

RABU, 19 SEPTEMBER 1973 Pukul 10.00 pagi ini Presiden Soeharto memberikan pengarahan di depan para peserta rapat kerja Direktorat Jenderal Pertanian dan Badan Pengendalian Bimas. Dalam pengarahannya, Kepala Negara mengatakan bahwa selama musim tanam 1972/1973 kita telah mengalami kerugian sebanyak empat juta ton padi kering akibat tidak dilaksanakannya intensifikasi dengan panca usaha yang lengkap. Presiden menganjurkan agar usaha intensifikasi yang lengkap dijalankan dalam sisa musim tanam 1973/1974 dan perluasan serta penambahan areal untuk musim tanam 1974/1975.

Pada kesempatan itu Kepala Negara mengidentifikasikan empat masalah penting yang perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh khususnya oleh peserta rapat kerja dalam menghadapi musim tanam yang akan datang. Pertama, perluasan areal untuk mengintensifikasikan dan Bimas baru yang sejauh mungkin akan mengintensifikasikan setiap jengkal sawah yang telah mendapat irigasi yang teratur. Kedua; pengadaan dan penyaluran sarana produksi. Ketiga, kelancaran kredit. Dan, keempat, peningkatan penyaluran.

Kepada para peserta rapat kerja Presiden meminta agar rapat kerja ini dijadikan forum penelitian untuk mensukseskan dan mempersiapkan diri menghadapi musim tanam 1974/1975. Selain itu .ia memperkirakan target produksi yang akan dicapai adalah sebanyak 15,36 juta ton, yaitu dengan jumlah penduduk sebanyak 120 juta orang dan tingkat konsumsi 120 kilogram beras/orang/tahun. (AFR)



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 51-52. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.