1972-12-22 Peringati Hari Ibu, Presiden Soeharto: Dibenarkan Wanita Menuntut Kaum Pria Mengurus Rumah, Dapur dan Anak-Anak

Peringati Hari Ibu, Presiden Soeharto: Dibenarkan Wanita Menuntut Kaum Pria Mengurus Rumah, Dapur dan Anak-Anak[1]

 

JUM’AT, 22 DESEMBER 1972, Presiden Soeharto menyampaikan amanat tanpa teks pada peringatan Hari lbu di lstora Senayan hari ini. Pada kesempatan itu secara humor ia mengatakan bahwa masih dapat dibenarkan juga kalau wanita menuntut agar kaum pria ikut mengurus rumah, dapur, dan anak-anak, karena hal ini dapat dilakukan secara bersama oleh kaum ibu dan bapak. Tapi janganlah karena laki-laki tidak melahirkan lalu wanita menuntut untuk tidak melahirkan. Kalau hal ini terjadi maka bangsa Indonesia akan punah.

Selanjutnya secara sangat serius Presiden mengungkapkan kekesalannya, karena di tengah-tengah usaha pemerintah melakukan pembangunan ada suara-suara yang mengatakan seolah-olah pembangunan itu hanya untuk segolongan kecil yang ekonominya kuat. “Hal itu tidak benar ,” katanya. Kalau dikatakan bahwa kemelaratan masih ada, tidak ada yang dapat membantahnya. Tapi janganlah dikatakan bahwa pembangunan sekarang ini memberatkan rakyat. Juga ditambahkan oleh Presiden bahwa pemerintah bertekad untuk memberantas korupsi dengan tindakan represif dan preventif. Ia juga membantah bahwa issue-issue korupsi telah menghalangi sidang IGGI. (WNR).



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973”, hal 492 Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.