1972-03-10 Presiden Soeharto Bantu Pembangunan Student Centre DKI

Presiden Soeharto Bantu Pembangunan Student Centre DKI

(Indonesia Pelajari Komunikas AS-RRC)[1]

 

JUM’AT, 10 Maret 1972, Presiden Soeharto di Bina Graha hari ini menyerahkan uang sebesar Rp. 25 juta kepada Gubernur DKI Ali Sadikin sebagai bantuan tahap pertama dari jumlah Rp. 300 juta bantuan yang dijanjikan pemerintah untuk pembangunan Student Centre  akan menelan biaya Rp. 1,6 milyar, termasuk Rp. 700 juta untuk tanahnya. Sedangkan biaya pembangunannya yaitu, sebesar Rp.900 juta dianjurkan akan dipikul secara gotong royong oleh pemerintah pusat, swasta, dan pemerintah daerah. Pembangunan Student Centre Jakarta ini merupakan salah satu dari beberapa pusat kegiatan mahasiswa yang akan dibangun oleh pemerintah di seluruh Indonesia. Menurut Presiden, sebagai taraf pertama diperlukan Rp. 200 juta untuk pembangunan fasilitas universitas, termasuk asrama mahasiswa, dibeberapa daerah tingkat I. Dana ini akan diambil dari 1 % sumbangan ADO kepada daerah-daerah. Pemberian bantuan ini merupakan tindak lanjut dari Inpres No. 14 tahun 1972 yang dikeluarkan dalam sidang kabinet paripurna tanggal 7 Maret yang lalu.

Sementara itu, pagi ini di Bina Graha Presiden Soeharto telah menerima kunjungan kehormatan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Prancis, Jean de Lipkososky. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin telah membahas masalah bilateral dan internasional. Kepada Menteri Jean de Lipkososky,mengatakan bahwa konsepsi ketahanan nasional yang dianut Indonesia tidak mengandalkan kekuatan militer saja, melainkan juga politik, ekonomi, sosial dan budaya. Masalah Internasional yang dibahas adalah tentang dampak kunjungan Presiden Nixon ke RRC. Ketika ditanyakan tentang pandangan Indonesia mengenai hal ini, Presiden mengatakan bahwa Indonesia masih harus mempelajari lebih jauh komunike bersama AS dan RRC itu. (AFR)



[1] Dikutip Langsung dari Buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973, hal 424-425

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.