1971-09-04 Presiden Soeharto: Sensus Penting Untuk Perencanaan Pembangunan

Presiden Soeharto: Sensus Penting Untuk Perencanaan Pembangunan

Bentuk Team Penertiban Pelabuhan Tanjung Priok dan Hadiri Jamuan Makan Malam Ratu Juliana [1]

 

SABTU, 4 SEPTEMBER 1971 Selama satu jam, dari pukul 12.00 sampai 13.00 siang ini, Presiden Soeharto berada di Studio TVRl di Senayan, Jakarta, untuk rekaman pidato berkenaan dengan akan diadakannya sensus penduduk. Dalam pidatonya Presiden antara lain menjelaskan tentang kaitan antara sensus penduduk dengan pembangunan. Dijelaskan oleh Presiden, bahwa selain memerlukan modal, keahlian, kecakapan dan kemauan bekerja serta kesediaan memikul beban pembangunan, pembangunan juga memerlukan rencana yang baik. Untuk menyusun rencana pembangunan itu diperlukan keterangan-keterangan yang lengkap dan benar mengenai berbagai bidang, sebab tanpa hal ini maka rencana pembangunan akan keliru; malahan mungkin membawa bencana, berupa kegagalan dan kekecewaan. Untuk itu .diperlukan data yang lengkap mengenai penduduk, jumlahnya, jenis kelaminnya, golongan umur, pekerjaan dan lain sebagainya. Data-data ini akan diperoleh melalui sensus penduduk. Hasil sensus penduduk nanti memang tidakakan terasa langsung bagi perbaikan hidup kita, tetapi hasil sensus itu akan sangat menentukan ketepatan rencana-rencana pembangunan.

Kepada para petugas sensus penduduk, Presiden meminta agar melaksanakan tugas dengan penuh kesungguhan, ·ketelitian yang tinggi dan menyampaikan hasil-hasil secepat-cepatnya, sesuai dengan rencana, sehingga segera dapat dipergunakan bagi  penyusunan rencana-rencana pembangunan selanjutnya.

Presiden Soeharto membentuk suatu team penertiban pelabuhan Tanjung Priok. Team ini bertujuan untuk mengamankan pemasukan keuangan negara dan menertibkan sistem pengelolaan pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu prasarana ekonomi yang penting dalam lalu lintas perdagangan, pelayaran dan industri. Kebijaksanaan Presiden ini tertuang dalam Keppres No. 62/1971 yang mulai berlaku hari ini.

Malam ini Presjden dan Ibu Tien Soeharto menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Ratu Juliana :dan Pangeran Bernhard dari Belanda di Hotel Indonesia. Tampak hadir pula pada jamuan itu Ketua MPRS, Jenderal AH Nasution, Ketu DPR-GR, KH Sjaichu, mantan Wakil Presiden, Dr. Mohammad Hatta, para menteri, dan peJabat-pejabat tinggi lainnya. Menurut rencana Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard akan kembali ke tanah airnya jam 10.00 besok pagi. (AFR).



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973”, hal 363-364. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.