1971-01-26 Presiden Soeharto: Sorotan Kepada ABRI, Risiko Perjuangan

Presiden Soeharto: Sorotan Kepada ABRI, Risiko Perjuangan[1]

SELASA, 26 JANUARI 1971, Sorotan yang diberikan masyarakat terhadap ABRI harus diterima sebagai risiko perjuangan. Dalam menghadapi sorotan-sorotan itu ABRI tidak boleh salah mengerti dan berkecil hati. Sorotan masyarakat yang begitu tajam adalah karena peranan ABRI yang besar dalam Orde Baru. Hal ini dikatakan oleh Presiden Soeharto ketika membuka Kongres ke-10 Persit Kartika Chandra Kirana di Jakarta pagi ini.

Selanjutnya dikatakan oleh Presiden bahwa AD bersama seluruh ABRI memegang peranan yang besar dalam perjuangan, bahkan menjadi pelopornya. Namun ini tidak berarti bahwa ABRI memonopoli perjuangan. Perjuangan Orde Baru telah mencapai kemajuan-kemajuan, di mana jelas ABRI telah memberikan andilnya. Namun andil itu adalah pengabdian ABRI kepada negara dan rakyat, sehingga ABRI tidak berhak menuntut jasa, hak-hak istimewa atau pujian sekalipun.

Tentang Persit dikatakan bahwa organisasi isteri tentara ini tidak boleh menjadi “bebas ABRI”, tetapi sebaliknya, harus berusaha membantu ABRI dan masyarakat dalam pembangunan. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973”, hal 301. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.