1970-03-18 Kampong Pak Harto di Tanjung Nalia Malaysia

Kampong Pak Harto di Tanjong Nalia Malaysia

(Ketahanan Nasional Merupakan Prasyarat Stabilitas Asia Tenggara)[1]

RABU, 18  Maret 1970, Diantar oleh Wakil PM Tun Abdul Razak, pada hari ketiga atau hari terakhir kunjungannya ke Malaysia, Presiden Soeharto melakukan perjalanan darat sejauh 47 mil ke utara Kuala Lumpur, untuk meninjau berbagai proyek pembangunan di pedalaman Malaysia. Proyek yang dikunjungi adalah “Pusat Rancangan Perkembangan Tanah Persekutuan” di Sungai Dusun, Tanjong Nalia. Proyek pedesaan seluas 8.135 akre yang ditanami karet dan kelapa sawit ini oleh para pejabat Malaysia diberi nama “Kampong Pak Harto”.

Dalam jamuan makan untuk menghormati Timbalan Yang Dipertuan Agong di Kuala Lumpur,  malam ini Presiden Soeharto antara lain mengatakan bahwa konsep ketahanan nasional adalah satu-satunya jawaban bagi tantangan yang dihadapi Asia Tanggara. Ketahanan nasional yang meliputi ketahanan ideologi  nasional itu bersumber pada kepribadian masing-masing bangsa yang didukung oleh seluruh kekuatan bangsa. Selanjutnya ia juga memuji usaha-usaha yang dilakukan Malaysia untuk memperkokoh persatuan dan menciptakan suatu kehidupan yang harmonis. “Saudara mendapat dukungan penuh dan harapan-harapan baik kami dalam usaha-usaha saudara membangun suatu negara yang kuat dan bersatu”, demikian jaminan Presiden Soeharto.

Sementara berada di Malaysia, Presiden Soeharto telah memutuskan agar kapal ”Gambela” milik perusahaan Kie Hock, yang dewasa ini berada di Penang, Malaysia, dan mengangkut sekitar 700 jemaah haji Indonesia, diizinkan memasuki  Indonesia untuk satu kali, guna mengembalikan jemaah haji Indonesia yang  terkatung-katung di Malaysia. Sebagaimana diketahui kapal Gambela sebalumnya telah dimasukkan dalam daftar hitam oleh pemerintah RI, karena mengangkut  jemaah haji, “perseorangan” yang dilarang oleh pemerintah, sehingga dilarang memasuki perairan Indonesia.  (AFR)



[1] Dikutip Langsung dari Buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973, hal 210

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.