1970-01-05 Lakukan Tradisi Baru, Presiden Soeharto Sampaikan RAPBN di Hadapan DPR-GR

Lakukan Tradisi Baru, Presiden Soeharto Sampaikan RAPBN di Hadapan DPR-GR[1]

SENIN, 5 JANUARI 1970, Melakukan tradisi baru yang mulai dilakukan pada tahun yang lalu, jam 10.00 pagi Presiden Soeharto menyampaikan pokok-pokok RAPBN 1970/1971 di hadapan rapat pleno terbuka DPR-GR. Penjelasan ini diberikan dalam rangka pelaksanaan Repelita, yang telah masuk pada tahun kedua. Repelita tahun kedua ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena RAPBN tahun ini telah disusun secara realistis dan lebih konsisten. Pada kesempatan ini Presiden juga telah menjelaskan tentang perubahan tahun anggaran, yaitu berlaku mulai 1 April sampai dengan 31 Maret tahun berikutnya.

Selain itu Presiden juga mengemukakan penilaiannya atas hasil kerja yang telah dicapai pada tahun yang lalu. Menurut Jenderal Soeharto sekarang ini kita telah lebih maju selangkah, yaitu dengan telah diselesaikannya UU tentang pemilihan umum, dan UU tentang susunan MPR/DPR/DPRD. Dengan demikian jalan ke arah demokrasi kita semakin terang; sekarang tinggal bagaimana kita akan mendirikan demokrasi itu nanti. Tentang bidang ekonomi dikatakannya bahwa telah tercatat hasil-hasil stabilisasi ekonomi yang membesarkan hati. Laju inflasi tahun 1969 mencapai kurang 10%, sehingga menghasilkan kemantapan harga-harga, terutama harga sembilan bahan pokok. Nilai rupiah semakin mantap dan suku bunga deposito terus menurun. Selain itu perbaikan irigasi yang penting juga telah dilakukan. Pabrik-pabrik yang terbengkalai, seperti pabrik kertas di Banyuwangi dan Goa, pabrik ban di Palembang, pabrik petrokimia di Gresik, serta pabrik gula Cot Girek telah diselesaikan atau tengah mendekagti penyelesaian.

Di bidang pendidikan, masih banyak terdapat kesulitan, seperti tidak cukupnya fasilitas pendidikan, dibanding dengan jumlah peserta serta pertambahan penduduk “usia sekolah”. Sementara di bidang kesehatan telah diusahakan rehabilitasi rumah sakit, disamping meningkatkan kesadaran untuk hidup lebih sehat. Demikian juga KB, telah dilakukan penyuluhan, selain dari penambahan jumlah klinik KB, yang sebagian merupakan perluasan BKIA. (AFR)


[1]     Dikutip dari buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.