1969-09-10 Sidang Kabinet Setujui Pembangunan Jaringan Nusantara Microwave

Sidang Kabinet Setujui Pembangunan Jaringan Nusantara Microwave

Pemerintah Turunkan Suku Bunga Untuk Dorong Eskpor dan Produksi Untuk Ekspor[1]

RABU, 10 SEPTEMBER 1969, Sidang kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Soeharto telah menyetujui rencana Direktur Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga bank-bank pemerintah untuk kredit opkoop (pembelian) dari 3% menjadi 2,5% perbulan bagi importir. Sedangkan bagi eksportir dan produsen, suku bunga opkoop itu di turunkan dari 2,5% menjadi 2,25% perbulan. Dengan penurunan ini diharapkan akan mendorong ekspor dan produksi untuk ekspor. Kabinet juga menyetujui penurunan suku bunga deposito berjangka 12 bulan dari 3% menjadi 2,5% perbulan, dan deposito enam bulan di turunkan dari 2,5% menjadi 2%. Juga disetujui penurunan suku bunga untuk produksi pangan dalam rangka Inmas dan Bimas, baik itu untuk pupuk maupun biaya hidup, dari 2,5% menjadi 1% perbulan.

Hal lain yang disetujui kabinet ialah pembangunan jaringan nusantara microwave yang akan menghubungkan Sabang dan Makassar melalui Trans Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Flores, dan Makassar. Proyek ini diharapkan selesai dalam tahun pertama Repelita. Selain itu, kabinet juga memutuskan untuk membentuk Komite Pariwisata yang berkedudukan di Jakarta.  (AFR).



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973”, hal 155-156. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.