1967-12-22 Hari Ibu, Jenderal Soeharto: Kaum Ibu Hendaknya Tidak Mendorong Suami Merugikan Negara

Hari Ibu, Jenderal Soeharto: Kaum Ibu Hendaknya Tidak Mendorong Suami Merugikan Negara [1]

JUM’AT, 22 DESEMBER 1967 Pejabat Presiden, Jenderal Soeharto, meminta kaum ibu agar hendak­nya tidak mendorong suami-suami mereka untuk melakukan tindakan-­tindakan yang merugikan negara dan masyarakat. Demikian antara lain kata sambutan Pejabat Presiden kepada ibu-ibu yang sedang merayakan Hari Ibu di Jakarta. Pada kesempatan ini juga, Jenderal Soeharto memberikan penjelasan tentang hal yang secara langsung berkaitan dengan posisi kaum ibu dalam rumah tangga, yaitu soal beras dan harga. Tentang masalah beras, Pejabat Presiden mengatakan bahwa pada tahun 1968 pemerintah akan mengambil langkah-langkah untuk mengadakan bahan pengganti atau bahan pelengkap beras sampai kita dapat memproduksi beras dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Mengenai harga, di­katakan bahwa pemerintah menyadari bahwa tingkat harga sekarang ini belum lagi terjangkau oleh daya beli rakyat. Namun ada perbaikan, demikian Jenderal Soeharto, sebab secara strategis kenaikan harga dewasa ini hanya seperlima dari kenaikan harga tahun 1966. Oleh karena itu kenaikan harga dalam tahun 1967 ini bukanlah sesuatu yang perlu dike­cewakan. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 01 Oktober 1965 – 27 Maret 1968”, hal 228-229 Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.