1967-07-01 Jenderal Soeharto: Orde Baru Merupakan Koreksi Total Terhadap Penyimpangan Pancasila dan UUD 1945

Jenderal Soeharto: Orde Baru Merupakan Koreksi Total Terhadap Penyimpangan Pancasila dan UUD 1945 [1]

SABTU, 1 JULI 1967 Sementara itu dalam sambutan tertulisnya pada seminar hukum di Yogyakarta hari ini, Jenderal Soeharto telah mengemukakan pendapatnya tentang pengertian Orde Baru, dalam rangka ingin meluruskan pandangan­-pandangan yang kini bersimpang-siur dalam masyarakat. Jenderal Soeharto mengharapkan agar perbedaan-perbedaan penafsiran dan pandangan tentang Orde Baru tidak menjadi penghambat bagi pembinaan Orde Baru itu sendiri. Perbedaan-perbedaan pandangan dan penafsiran adalah wajar, kata Pejabat Presiden, asalkan tidak membahayakan kelangsungan per­juangan Orde Baru. Menurut Jenderal Soeharto, dalam kebijaksanaan umum Kabinet Ampera telah digariskan beberapa dasar pengertian Orde Baru. Dasar-dasar tersebut dirumuskan berlandaskan pada jiwa dan semangat dari ketetapan-ketetapan Sidang Umum IV MPRS tahun 1966 dan Sidang Istimewa tahun 1967. Dipandang dari sudut kelahirannya, maka pertumbuhan dan cita-cita Orde Baru merupakan koreksi total dan prinsipil terhadap segala bentuk penyelewengan atas Pancasila dan UUD 1945, baik dalam bidang ideologi, ketatanegaraan, ekonomi-keuangan, moral, hukum, peradilan, maupun pemerintahan dan ketidak-pastian hukum di tengah-tengah masyarakat. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 01 Oktober 1965 – 27 Maret 1968”, hal 191-192. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.