1965-10-03 Presiden Soekarno Perintahkan Batalyon Pendukung G.30.S Menyerah Ke Kostrad

Presiden Soekarno Perintahkan Batalyon Pendukung G.30.S Menyerah Ke Kostrad [1]

 

MINGGU, 3 OKTOBER 1965 Pada pukul 1.30 dini hari, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan yang memerintahkan agar pasukan Batalyon 454/Diponegoro menyerah kepada Kostrad. Melalui keputusan itu pula dibentuk Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) dengan Pangkostrad Mayjen. Soeharto sebagai panglimanya. Tampaknya keputusan ini telah dikeluarkan karena pertimbangan bahwa kota Jakarta berada dalam situasi tegang, sementara kutukan dari rakyat terhadap Gerakan Tigapuluh September mulai terdengar di mana-mana. Dalam keadaan demikian, pertumpahan darah terasa mengancam di setiap saat.

Sementara operasi pembersihan terhadap pemberontak berjalan terus, Jenderal Soeharto juga tanpa henti mencari keterangan tentang nasib enam perwira tinggi dan satu perwira pertama AD yang diculik. Berkat bantuan Agen Polisi Tingkat II Sukitman, yang ditangkap oleh pasukan pemberontak, dan rakyat sekitar Lubang Buaya, Jakarta, ditemukanlah sumur tua tempat tubuh para perwira tersebut disembunyikan PKI. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 01 Oktober 1965 – 27 Maret 1968”, hal 8. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.