1084-08-22 Menunjukkan Karya Tertinggi dalam Pembangunan, Tiga Provinsi Memperoleh Penghargaan Presiden Soeharto

Menunjukkan Karya Tertinggi dalam Pembangunan, Tiga Provinsi Memperoleh Penghargaan Presiden Soeharto[1]

RABU, 22 AGUSTUS 1984 Pagi ini Presiden Soeharto menganugerah­kan tanda kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha kepada Sumatera Barat serta Prayojanakriya Pata Parasamya Purnakarya Nugraha kepada Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam suatu upacara di Padang. Tanda penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha diserahkan kepada Gubemur Azwar Anas, karena Sumatera Barat telah berhasil menunjukkan karya tertinggi dalam melaksanakan pembangunan selama Pelita III. Sementara itu penghargaan Prayojanakriya Pata Parasamya Purnakarya Nugraha masing-masing diterima oleh Gubemur Jawa Tengah, Ismail, dan Gubemur Jawa Timur, Wahono. Kedua daerah ini mendapat penghargaan karena telah menunjukkan prestasi tertinggi dalam Repelita yang terdahulu dan dalam Repelita III ini menunjukkan prestasi tiga terbaik diantara semua daerah tingkat I di tanah air.·

Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan bahwa proyek-proyek pembangunan memang penting bagi keberhasilan pembangunan, karena proyek-proyek pembangunan itulah hasil karya nyata manusia dalam membangun dirinya. Keberhasilan proyek-proyek pembangunan seperti misalnya pembuatan jalan dan jembatan, pabrik dan bendungan, pusat tenaga listrik dan industri, rumah sekolah dan rumah ibadah, adalah karya­ karya manusia yang tujuan akhirnya adalah untuk mempertinggi mutu kehidupan lahir batin manusia.

Namun, demikian ditegaskan Presiden, arti yang hakiki dari keberhasilan pembangunan adalah tumbuhnya kemampuan rakyat untuk meningkatkan taraf hidupnya, baik lahir maupun batin. Karena itulah andalan kita yang utama dalam membangun adalah kepada kualitas manusia, kepada kemampuan manusia untuk terus menerus menjadikah dirinya menjadi kekuatan pembangunan. Membangun kemampuan rakyat suatu daerah untuk meningkatkan taraf hidupnya sendiri inilah yang merupakan tantangan besar dalam zaman pembangunan di alam kemerdekaan ini. Demikian antara lain Presiden Soeharto.

Selain Ibu Tien Soeharto, hadir pula dalam upacara yang berlangsung di Gelanggang Olahraga H Agus Salim itu Menteri-menteri Sudharmono, Soepardjo Roestam, JB Sumarlin, Moerdiono, Ginandjar Kartasasmita, dan Pangab Jenderal LB Murdani. Presiden beserta rombongan yang tiba di Padang pagi ini, segera kembali ke Jakarta usai upacara. (AFR)

_____________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 204-205. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.