Yayasan Dharmais Terbentuk: HILANGKAN SUMBER2 KEMISKINAN

Yayasan Dharmais Terbentuk:

HILANGKAN SUMBER2 KEMISKINAN [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Sebuah yayasan yang bertujuan untuk ikut meningkatkan kesejahteraan rakyat yang adil dan merata, dengan jalan membantu serta membina warga negara Indonesia yang hidupnya tidak mampu seperti yatim piatu, cacat jasmani maupun rohani, orang tua jompo, gelandangan dan sebagainya, baru2 ini telah terbentuk di Jakarta dan Pak Harto bertindak sebagai ketuanya.

Pengurus yayasan yang bernama Dharma Bhakti Sosial itu Kamis malam yang lalu, telah mengadakan rapat lengkap di kediaman Presiden, Jalan Cendana 8, dipimpin oleh ketua yayasan tersebut.

Menurut Pak Harto, usaha membina warga negara Indonesia yang tidak mampu agar dapat ditingkatkan menjadi warganegara yang berguna, caranya bukan hanya sekedar memberi bantuan, tetapi pengusahaan agar dengan bantuan tersebut orang yang tidak mampu menjadi mampu berpenghasilan sendiri guna bekal hidupnya sehari-­hari.

Dikatakan bahwa pembentukan yayasan ini telah diilhami oleh keinginan untuk mencapai kesejahteraan hidup lahir batin bagi seluruh masyarakat, dengan turut serta memperhatikan kehidupan sosial di Indonesia, menghayati semangat serta jiwa Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa serta untuk ikut melaksanakan pokok2 pikiran dari pasal 27 dan 34 UUD ’45.

Diharapkan bahwa masyarakat yang selama kemerdekaan telah mencapai tingkat hidup yang kecukupan dan mampu, dapat menghayati bahwa dalam masyarakat kita masih terdapat sebagian besar orang yang tidak mampu. Dan menghilangkan sumber2 kemiskinan tersebut sesungguhnya menjadi tugas setiap manusia Indonesia yang berjiwa Pancasila.

Berdirinya Yayasan Dharmais diharapkan dapat menjadi sarana pula untuk menampung dan menyalurkan hasrat mereka yang ingin turut serta melaksanakan tugas yang luhur tersebut.

Menurut Pak Harto, yayasan ini dalam kegiatannya tidak mendirikan badan2 usaha dan tidak menyaingi organisasi2 sosial yang telah ada, tetapi hanya sebagai wadah menampung bantuan dari masyarakat dermawan untuk kepentingan sosial dan menyalurkannya secara baik dan berlanjut.

Susunan Pengurus

Yayasan Dharmais itu memiliki susunan pengurus sebagai berikut : Ketua Soeharto, Sekretaris Soedharmono, Wakil Sekretaris I Ismail Saleh, Wakil Sekretaris II Sigit Haryoyudanto, Bendahara Bustanil Aritin, Wakil Bendahara I Hadijanto dan Wakil Bendahara II Indra Rukmana.

Sedang para anggotanya adalah Adam Malik, Amirmachmud, Piet Haryono, Darjatmo, Hasjim Ning, Triman, RAB Massie, Probo Sutedjo, Tjokropranolo dan Radius Prawiro.

Dalam rapat pengurus tersebut diputuskan untuk membentuk tiga Panitia yang masing2 diketuai oleh Radius Prawiro, Daryatmo dan Ismail Saleh, dengan tugas merumuskan isi Anggaran Rumah Tangga yang meliputi masalah2 perumusan tata cara administrasi dan pengguaan dana yang dihimpun, merumuskan usaha memberikan bantuan untuk yatim piatu dan merumuskan usaha memberikan bantuan untuk fakir miskin. Diharapkan Yayasan Dharmais ini sudah dapat melakukan kegiatannya pada awal 1976. (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (20/09/1975)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 850-851.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: