Apr 292017
 

WNI NON PRIBUMI SUMATERA BARAT MENDUKUNG KEPEMIMPINAN PRESIDEN SOEHARTO

Warga negara Indonesia non pribumi (keturunan Cina) mendukung sepenuhnya kepemimpinan Presiden Soeharto dan untuk itu mengusulkan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil Pemilu yang akan datang agar mencalonkan dan memilih kembali Jenderal Pumawirawan TNI Soeharto sebagai Presiden RI periode 1983-1988.

Juga diusulkan agar kepada Presiden Soeharto diberikan gelar Bapak Pembangunan Indonesia. Hal ini diajukannya setelah melihat bukti dan kenyataan selama Jenderal Soeharto memimpin Indonesia sampai sekarang.

Pernyataan inidisampaikan Sabtu lalu melalui Gubemur Azwar Anas di ruangan kantor Gubernur Padang, ketika berlangsung pembukaan penataran penyegaran P-4 bagi WNI nonpribumi.

Selain itu WNI non pribumi di Sumatera Barat yang tergabung dalam Bakom PKB juga mendukung sepenuhnya program Orde Baru dan menyatakan mereka melaksanakan dengan penuh konsekuen prinsip pembauran demi terlaksananya dengan cepat kesatuan bangsa.

Berbuatlah Sebagai WNI yang Baik

Gubernur Azwar Anas dalam sambutannya setelah menerima pernyataan itu, mengajak seluruh WNI nonpribumi ini berjalan dijalan yang benar, serta berbuat baik di jalan yang diridhoi oleh Tuhan.

Siapapun, kata Azwar Anas, kalau telah mengaku percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa apakah ia beragam Islam, Katholik, Kristen, Budha dan sebagainya, ia harus berbuat baik dan berjalan dijalan yang benar, jangan berbuat serong dan sebagainya.

Mengenai penataran P-4, dikatakan oleh Gubernur, bahwa seluruh warga negara Indonesia wajib mengikutinya dan mengamalkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Diharapkannya juga, agar pemyataan yang telah disampaikan kepada pemerintah itu benar-benar ditaati dan dipatuhi, hindarkan diri jauh dari perbuatan. Ingatlah akan pepatah kita, dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung.

"Rezeki apa yang saudara-saudara peroleh disini, sumbangkan dan bangunlah daerah ini, daerah yang telah memberi rezeki kepada kita," kata Gubernur Azwar Anas.

Penataran penyegaran P-4 bagi WNI nonpribumi itu diikuti oleh 320 peserta yang berlangsung selama dua hari. Dalam tahun 1980 lalu sudah 600 lebih WNI non pribumi yang mengikuti penataran P-4 di Padang, Bukittinggi dan Payakumbuh.

Penataran ini dilakukan atas kerjasama antara Bakom PKB dan BP-7 Propinsi Sumatera Barat. (DTS)

Padang, Antara

Sumber: ANTARA (07/12/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 305-306.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: