Feb 142018
 

VETERAN RI SAMPAIKAN PENGHORMATAN PADA PRESIDEN SOEHARTO

 

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Segenap jajaran Veteran Republik Indonesia menyampaikan rasa bangga dan penghormatan kepada Presiden Soeharto atas pemberian penghargaan bidang kependudukan oleh PBB.

Pemberian penghargaan oleh PBB itu dinilai oleh Pengurus Pusat Legiun Veteran Rl sebagai pengakuan dunia internasional atas keberhasilan Orde Baru melaksanakan pembangunan bangsa dan negara di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Pemyataan Pengurus Pusat LVRI itujuga disampaikan kepadaAntara hari Kamis merupakan keputusan dari rapatnya tanggal 2 Juni 1989 di Jakarta.

Presiden Soeharto hari Kamis tanggal 8 Juni 1989 bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-68 di Markas Besar PBB, New York, menerima piagam penghargaan PBB bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana.

PP LVRI dalam rapatnya itu juga membahas pelaksanaan keputusan rapat dewan paripurna LVRI tanggal 25 Mei 1989 yang lalu, antara lain telah memutuskan untuk memprioritaskan berbagai kegiatan yang menyangkut peningkatan perhatian dan pelayanan terhadap veteran pejuang sesuai dengan UU No. 7 tahun 1967 serta berbagai kebijaksanaan formal yang belurn efektif pelaksanaannya sampai saat ini.

Peningkatan pelayanan kepada veteran itu pada dasarnya adalah pencerminan sikap dan penghargaan veteran pejuang kemerdekaan yang sangat perlu mendapat perhatian. Karena hal tersebut berkaitan dengan penumbuhan dan penghayatan terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa dan negara.

Upaya peningkatan pelayanan terhadap veteran itu perlu dikaitkan dengan perjuangan Orde Baru melanjutkan pembangunan berencana dengan menyadarkan generasi muda terhadap motivasi dan pengabdian veteran merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sebagai aspirasi dasar untuk meneruskan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila dan UUD 1945.

 

 

Sumber : ANGKATAN BERSENJATA (09/06/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 692.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: