Sep 202017
 

UJI COBA JALAN TOL JATINGALEH – KRAPYAK

 

 

 

Semarang, Antara

Menteri PU Ir. Suyono Sosrodarsono dan Gubemur Jawa tengah Ismail akan melakukan uji coba pengoperasian jalan tol Jatingaleh-Krapyak (Semarang) 7 September mendatang.

Direktur utama Jasa Marga yang mengelola proyek jalan  tol tersebut, Ir.H. Yuwono Kolopaking, mengatakan kepada wartawan awal minggu ini di Semarang, bahwa dengan pengoperasian jalan itu yang bersifat ujicoba, kendaraan roda empat yang lewat dijalur tersebut dikenakan retribusi 75 persen bagi kendaraan sedan dan truk/bis 80 persen dari ketentuan yang akan diberlakukan.

Jalan tol itu yang panjangannya 8,5 km Iebar 7,2 meter dibangun dengan dana untuk pembebasan tanah Rp 1,6 milyar dan biaya konstruksi mencapai Rp 11,6 milyar. Dana untuk pembebasan tanah tersebut diperoleh dari pemerintah sedang biaya konstruksi diperoleh dari PT Jasa Marga.

Biaya pembangunan itu sudah termasuk tambahan biaya pembangunan kembali tanah yang longsor di Km 5.500-5 .700 sehingga mengalami kemunduran penyelesaiannya selama 45 hari, katanya.

Biaya pembangunan kembali tanah yang longsor sekitar Januari 1987 mencapai Rp 330 juta sedang lama pekerjaan pembangunan keseluruhan 946 hari, ungkapnya.

Dikemukakan juga bahwa dengan dioperasikannya ujicoba jalan tol Jatingaleh­Krapyak 7 September 1987 itu, juga sekaligus akan diberlakukan peraturan baru yakni tarip baru retribusi jalan tol Srondol-Jatingaleh yang selama ini sudah berjalan untuk kendaraan sedan Rp 100,- menjadi Rp 200,- dan truk/bis dari Rp 200,- menjadi Rp 400.

Jalan tol itu setelah diuji coba beberapa bulan, baru akan diresmikan oleh Presiden Soeharto. (LS)

 

 

Sumber: ANTARA (25/08/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 515-516.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: