TUDJUAN NASIONAL DLM 5 MAKNA TEKAD NASIONAL HARUS DIBINA SBG PANGKAL TOLAK PIKIRAN KITA

TUDJUAN NASIONAL DLM 5 MAKNA TEKAD NASIONAL HARUS DIBINA SBG PANGKAL TOLAK PIKIRAN KITA [1]

 

Surabaja, Berita Yudha

Pd. Pangad Djenderal Panggabean mengemukakan bahwa kesatuan2 wilajah, politik, ekonomi, sosial & budaja serta Hankam merupakan 5 makna untuk mewudjudkan Tjudjuan Nasional kita jang mendjadi pangkal tolak pikiran kita. Hal ini dikemukakan oleh Pd. Pangad jang mewakili Menhankam/PANGAB Djenderal Soeharto dlm upatjara Prasetya Pawamil ABRI 67/68 di Surabaja hari Selasa jbl.

Ditandaskan integrasi ABRI sebagai satu Korps Hankam, sebagai satu alat Hankam jang ampuh, bukanlah suatu angan2 jang idealistis melainkan merupakan suatu keharusan jang riil dan mutlak bagi pertahanan dan pembangunan nasional didjaman modern ini.

Karena perang modern tidak pernah dilangsungkan setjara gabungan atau paduan antara matra. Hal itu, demikian Djendral Panggabean, adalah sesuai pula dgn wawasan Nusantara sebagaimana jang telah dirumuskan di dalam rapat kerdja Hankam pada achir tahun jl. Wawasan Nusantara merupakan integrasi jang bulat dan serasi daripada wawasan ibu pertiwi, wawasan Bahari dan wawasan Nusantara.

Kesatuan integritas inilah jang mendjadi pangkal tolak fikiran kita untuk mewudjudkan tudjuan nasional jang mengandung ke-5 makna jaitu,

  1. satu kesatuan wilajah dalam arti fisik, sehingga pemusatan2 ilmiah harus kita atasi.
  2. Satu kesatuan politik, sehingga seluruh wilajah tanah air berada di bawah satu pimpinan Pemerintah Pusat dgn disertai desentralisasi dan otonomi daerah jang riil.
  3. Satu kesatuan ekonomi, sehingga daerah jang satu dapat dinikmati oleh daerah lainnja.
  4. Satu kesatuan sosial budaja meskipun ada variasi2 pada pelbagai daerah dan suku2 bangsa.
  5. Satu kesatuan Hankam, dalam arti kata bahwa sistim Hankamnja harus integral dan mendjadi tanggung djawab bersama.

Dengan pengertian dan kesadaran akan kesatuan dan integritas itu saja rasa dan pertjaja bahwa sudah mengerti dan memahami pula fungsi dan kesatuan ABRI sebagai kekuatan sosial karena kita semua menjadari bahwa keadaan sosial dan integritas kehidupan sosial itu pulalah jang mendjadi sumber dan sangat mendjadi tulang punggung bagi suksesnja kita di dalam pembangunan ABRI sebagai alat Hankam.

Dan pengertian harus terus menerus diperdalam dengan mempeladjari betul2 doktrin Tjatur Dharma Eka Karma jang ringkasnja telah menundjukkan bahwa walaupun ABRI bersifat 4 matra akan tetapi pada hakekatnja ke-empat angkatan itu menjatu. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (04/04/1968)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 120.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.