Sep 202016
 

TOKOH BEKAS PKI TJARI WADAH KEGIATAN BARU

Membontjeng Dan Menunggangi Barisan Sukarno [1]

 

Djakarta, Angkatan Bersendjata

Tokoh bekas PKI jg setjara gemilang berhasil diringkus oleh Pepelrada Djaya beberapa waktu jang lalu telah banjak memberikan pengakuan serta kesaksian akan benar adanja Gerpol. Istilah Gerpol jang selama ini kita dengar sebagai tjanang peringatan terhadap counter-offensif Gestapu PKI bukanlah fitnah seperti halnja tuduhan sementara orang tentang “dibiajai Cia”.

Diakui oleh tokoh bekas PKI itu, bahwa kehidupan kepartaian mereka telah dihantjurkan. Dalam keadaan demikian inilah mereka mentjari wadah kegiatan baru. PKI sudah formil dibubarkan, tetapi tokoh2 bekas PKI selalu dapat menghubungi dan menggunakan saluran partai jang belum dibubarkan seperti Partindo. Dalam hubungan inilah, maka seorang tokoh partai itu jang bernama Sk telah ditjiduk oleh jang berwadjib untuk memberikan pertanggung-djawabnja. Dia bekerdja pada Sekneg.

Barisan Sukarno dll

Djuga diakui dan mereka berikan kesaksian, bahwa mereka telah membontjeng setjara bebas pada tubuh organisasi baru jang ditjiptakan serta dibiajai oleh Presidium Kabinet Dwikora semasa epiloog Gestapu-PKI dibulan Djanuari 1966 jl, jakni barisan Sukarno. Untuk daerah2 barisan sematjam itu kini sudah saling ganti nama serta rupa. Ada jang menamakan dirinja APES dsb. Djika tidak membontjeng, bekas2 tokoh PKI itulah sebenarnja jang mentjiptakan matjam2 gerakan itu didaerah-daerah.

Opzet daripada pendukungan ini adalah untuk selalu menimbulkan perpetjahan nasional. Perpetjahan terutama diantara para pendukung Orde Baru, hingga memungkinkan kesempatan mengkonsolidir diri. Di Djakarta bekas PKI telah sempat mendirikan CDR baru dibawah pimpinan Sukadi jang telah diringkus bersama Sudisman. Jang berkepentingan dalam hal ini dalam Orde Lama, bekas PKI dan manusia2 “vested interest” jang ingin melindungkan dirinja terhadap tuntutan masjarakat. Dari mereka semua inilah issue2 timbul dan didukung, hingga disementara kalangan sempat menimbulkan keraguan serta sikap menunggu. Mereka menjiapkan kekuatan tandingan sedjak 15 Djanuari 1966 jl.

Siapa itu Opa?

Dari sidang Mahmilub Omar Dhani jang lalu, pembatja dapat mendengar nama Walujo. Sebuah nama jang tertjatat sebagai anggauta “PKI Malam”. Resminja didalam organisasi PKI dahulu disebut Departemen Chusus jang langsung dihantir oleh DN Aidit. Semua orang2nja mempunjai kewadjiban chusus untuk “membina” seseorang pedjabat Negara. Walujo bertugas membina Dhanet. Sebuah nama jang tekenal diluaran sebagai Omar Dhani. Pedjabat2 jang dibina itu mereka beri nama2 samarannja masing2. Diantara pedjabat jang djuga mendapatkan binaan adalah KAS BPI. Masih terdapat sebuah nama samara jang belum diketahui setjara pasti oleh jang berwadjib. Jaitu OPA; djuga dibina oleh seorang dari Dep. Chusus PKI dahulu.

Semua anggauta Departemen Chusus ini dalam prakteknja dipimpin oleh Sam. Sedangkan anggauta2nja tidak saling tahu satu sama lainnja. Jang terkenal termasuk Pono. Jang lain2nja sudah diketahui oleh pihak jg berwadjib. Departeman Chusus ini tidak setjara formil masuk dalam struktur organisasi bekas PKI dahulu. Dan sebagai PKI-Malam, kini sementara dari mereka masih aktip mentjari mangsanja sebagai kuda tunggang atau tempat membontjeng melakukan aktipitas pemetjah-belahan, sabotage program Kabinet Ampera, adu-domba serta hasut-fitnah untuk menimbulkan kegelisahan masjarakat. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENDJATA (08/01/1967)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 423-424.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: