Aug 292014
 

Menerima Memperdag Irak, Presiden Soeharto Tekankan Pentingnya GNB

 

RABU, 11 AGUSTUS 1982 Pukul 09.45 pagi ini Presiden Soeharto menerima Menteri Perdagangan Irak, Hassan Ali Nassar, yang menghadap sebagai utusan pribadi Presiden Saddam Husein. Dalam pembicaraan dengan utusan pribadi pemimpin tertinggi Irak itu, Presiden Soeharto telah menekankan pada pentingnya usaha konsolidasi Gerakan Non Blok demi persatuan di kalangan negara-negara anggotanya. Usaha konsolidasi ini terutama ditujukan untuk memperkokoh dasar-dasar gerakan itu. (AFR)

 

 

____________________________

Sumber: Buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983″, hal 577. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Aug 292014
 

Presiden Soeharto Resmikan Balai Penbelitian Tanaman Pangan Sukamandi

SELASA, 10 AGUSTUS 1982 Dengan menumpang helikopter dari landasan utama Halim Perdanakusuma, Presiden dan Ibu Soeharto pagi ini tiba di Sukamandi, Jawa Barat. Disini Presiden meresmikan Balai Penelitian Tanaman Pangan. Balai ini menghasilkan bibit-bibit unggul, cara bercocok-tanam yang tepat, cara menanggulangi berbagai hama penyakit dan penanganan pasca-panen.
Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan bahwa teknologi pertanian sangat penting, agar kita dapat terus meningkatkan produksi pertanian dan sekaligus memperbaiki mutu hasil-hasil pertanian. Melalui tehnologi pertanian yang tepat, kita akan dapat memanfaatkan dan mendayagunakan sumber-sumber daya alam yang dimiliki untuk kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. Karena itulah dalam membangun bidang pertanian kita memerlukan makin banyak pula balai-balai penelitian. (AFR)

_______________________________

Sumber: Buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983″, hal 576-577. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Aug 292014
 

Buka Konferensi Insinyur ASEAN, Presiden Soeharto: Membangun Industri Suatu Keharusan

 

SENIN, 9 AGUSTUS 1982 Pagi ini, bertempat di Istana Negara, Presiden Soeharto meresmikan pembukaan Konferansi Organisasi­ organisasi Insinyur ASEAN. Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah antara lain disebabkan oleh belum mampunya masyarakat membangun industrinya. Oleh sebab itu, pembangunan industri memang merupakan suatu keharusan. Namun diingatkan oleh Presiden, bahwa pembangunan industri itu harus benar-benar dapat membawa kesejahteraan kepada rakyat.
Selanjutnya dikatakan bahwa dalam membangun industri, Indonesia berusaha untuk mengembangkan dan menggunakan teknologi tepat guna, yaitu teknologi yang dapat menunjang peningkatan produksi, perluasan kesempatan kerja dan pemerataan pendapatan. Dengan demikian Indonesia mengharapkan akan dapat menghindarkan diri dari hal-hal yang kurang baik. Tentu saja hal ini tidak berarti bahwa Indonesia tidak mau menyerap teknologi maju untuk membangun industrinya secara besar-besaran dalam upaya mencapai kesejahteraan rakyat. (AFR)

___________________________

Sumber: Buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983″, hal 576. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Aug 292014
 

Peringati Hari Koperasi, Presiden Soeharto: Kecintaan Berkoperasi Perlu Ditanamkan Bagi Kalangan Muda

SABTU, 7 AGUSTUS 1982 Hari Koperasi ke-35 pagi ini diperingati dalam suatu upacara sederhana di Istana Negara. Dalam kata sambutannya, Presiden Soeharto menyerukan kepada pimpinan dan pengurus koperasi serta para pencinta dan anggota-anggota koperasi untuk terus membangkitkan kesadaran dan kepercayaan masyarakat kepada koperasi. Kepala Negara menandaskan, kesadaran dan kepercayaan masyarakat kepada koperasi itu akan bangkit jika koperasi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tanpa adanya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, maka koperasi tidak akan memiliki kekuatan, sekalipun Pemerintah memberikan bantuan yang sangat besar.
Diingatkan pula bahwa koperasi yang bernafaskan semangat kekeluargaan dan gotong royong serta dijadikan salah satu sokoguru ekonomi nasional itu harus dapat bergerak maju dengan segala kreativitas sendiri dengan tanggung jawab segenap anggota. Kecintaan pada koperasi juga perlu ditanamkan pula dikalangan generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat dengan membangun dan mengembangkan koperasi di lingkungan masing-masing. (AFR)

___________________________

Sumber: Buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983″, hal 575-576. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Aug 292014
 

Presiden Soeharto Menerima Surat Pribadi PM Zenko Suzuki

KAMIS, 5 AGUSTUS 1982 Presiden Soeharto hari ini menerima surat pribadi dari PM Zenko Suzuki. Surat tersebut disampaikan oleh ketua delegasi Parlemen Jepang, Mazumi Ezaki, yang menghadap Kepala Negara di Cendana siang ini. Mazumi yang disertai oleh anggota delegasi lainnya, Tadashi Kuranari, Ippei Kaneko, dan Taro Nakayama, tidak bersedia mengungkapkan isi surat itu. (AFR)

________________________________

Sumber: Buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983″, hal 575. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Aug 282014
 

Presiden Soeharto: Sukses Sidang Umum MPR, Harus DIikuti Sukes Dalam Pelaksanaannya

KAMIS, 5 AGUSTUS 1982 Pukul 10.00 pagi ini, Presiden dan Ibu Soeharto menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun ke-8 Dharma Wanita yang diadakan di Istora Senayan, Jakarta. Dalam amanatnya, Kepala Negara mengingatkan bahwa betapapun suksesnya sidang umum MPR itu, betapapun baiknya keputusan MPR, namun yang terpokok adalah pelaksanaannya. Karena itu disamping kita berusaha untuk mensukseskan sidang umum MPR, kita juga hams siap-siap untuk dengan sepenuhnya turut melaksanakan apa yang diputuskan oleh wakil-wakil rakyat kita itu. Ini adalah sesuai dengan prinsip pembangunan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Demikian antara lain dikatakan Presiden. (AFR)

_____________________________

Sumber: Buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983″, hal 575. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Aug 282014
 

Menerima Abdul Gafur, Presiden Soeharto: Penting Memberi Pemuda, Landasan Pancasila dan UUD 1945

 

SENIN, 2 AGUSTUS 1982 Pukul 09.00 pagi ini Menteri Muda Urusan Pemuda, Abdul Gafur, menghadap Kepala Negara di Cendana. Pada kesempatan itu Presiden Soeharto memberikan petunjuk-petunjuk kepadanya mengenai strategi pembinaan dan pengembangan generasi muda 10 tahun mendatang. Dalam petunjuknya, Presiden menekankan pada pentingnya memberikan landasan yang kuat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 kepada generasi muda dalam menghadapi Repelita IV dan V. Dengan demikian diharapkan mereka tidak terombang ambing atau ikut dalam pikiran-pikiran politik tertentu yang dapat menghambat pem­ bangunan bangsa Indonesia. Presiden mengingatkan pula pentingnya pendidikan keterampilan bagi generasi muda ditingkatkan di masa mendatang supaya mereka menjadi tenaga yang terampil dan produktif dalam pembangunan. (AFR)

__________________________

Sumber: Buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983″, hal 575. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Aug 222014
 

Presiden Soeharto Menerima Pengurus Pepabri

 

SENIN, 31 AGUSTUS 1981 Pengurus Besar Pepabri jam 09.00 pagi ini menghadap Presiden Soeharto di Bina Graha. Para pengurus Pepabri yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah HI Widyapranata, R Sukardi, G Wagiman, R Moedjoko Koesoemodirdjo, RT Hamzah, GPH Djatikusumo, Prof. dr. Satrio, H Mansyur, dan R Memet Tanumidjaja. Dalam pertemuan itu mereka mengharapkan kesediaan Presiden Soeharto untuk dicalonkan sebagai Presiden RI pada tahun 1983 mendatang. (AFR)

__________________________________

Sumber: Buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983″, hal 460. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Aug 222014
 

Presiden Soeharto Panen Raya “Operasi Lappo Ase” di Kabupaten Bone & Resmikan Sejumlah Proyek

 

RABU, 26 AGUSTUS 1981 Hari ini Presiden dan Ibu Soeharto melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan dalam rangka Panen Raya “Operasi Lappo Ase” (operasi gudang beras) di Watampone, Kabupaten Bone. Kedatangan Kepala Negara dan rombongan disambut meriah oleh masyarakat setempat dengan upacara adat. Selain menghadiri panen raya, Presiden juga meresmikan Sekolah Guru Perawat Tidung, Ujung Pandang, Pusat Pembibitan Ulat Sutera, Bili-bili dan Jembatan Sungai Tallo.
Menyambut panen raya itu, Presiden menyatakan rasa bangga dan berterimakasih kepada para petani karena produksi beras kita dapat terns ditingkatkan dengan angka-angka yang benar-benar mengesankan. Dikatakannya bahwa tingkat produksi yang tinggi ini terutama adalah hasil jerih payah para petani dengan bantuan para pembinanya. Akan tetapi Presiden juga mengingatkan kembali bahwa peningkatan produksi beras itu bertujuan untuk menaikkan taraf hidup kaum tani yang merupakan lapisan terbesar masyarakat Indonesia.
Selanjutnya dikatakan pula bahwa dengan meningkatnya penghasilan petani berarti bertambah besarnya daya beli masyarakat kita. Besarnya daya beli ini berarti pasaran yang bertambah luas bagi produksi industri dan produksi lain-lainnya; yang berarti bertambah luasnya kegiatan ekonomi. Semuanya itu menunjukkan, demikian ditegaskan Kepala Negara, bahwa suksesnya pembangunan pertanian akan merupakan kunci penting dari keberhasilan pembangunan Indonesia secara keseluruhan. (AFR)

_______________________________

Sumber: Buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983″, hal 459. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Aug 222014
 

Presiden Soeharto Melepas Yang Dipertuan Agong Malaysia

SENIN, 24 AGUSTUS 1981 Selesai acara pamitan resmi di Istana Merdeka, Presiden dan Ibu Soeharto pagi ini mengantarkan Seri Paduka Baginda Yang Dipertuan Agong dan Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong ke lapangan udara Halim Perdanakusuma. Hari ini kedua tamu agung dari negara tetangga itu mengakhiri kunjungan resmi mereka di Indonesia. Selanjutnya mereka melakukan kunjungan tidak resmi ke Solo, Yogyakarta dan Bali. (AFR)

___________________________

Sumber: Buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983″, hal 321. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003