Apr 282015
 

Diterima Presiden Soeharto, Mentamben Laporkan Persiapan Peresmian Reaktor Nuklir Serbaguna di Serpong[1]

 

SELASA, 4 AGUSTUS 1986 Menteri Pertambangan dan Energi Subroto pagi ini melapor kepada Presiden Soeharto tentang persiapan peresmian reaktor serbaguna dan laboratorium penunjang di Serpong. Dilaporkannya bahwa reaktor muklir serbaguna itu terutama dimaksudkan untuk penelitian. Reaktor tersebut mulai dibangun pada tahun 1982/1983 dan akan selesai seluruhnya pada tahun 1989/1990.

__________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 633. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Apr 282015
 

Diterima Presiden Soeharto, Menteri Wilayah Utara Australia Bicarakan Pertukaran Guru, Parisiwata dan Peternakan[1]

 

SELASA, 4 AGUSTUS 1986 Ketua Menteri Wilayah Utara Australia, Stephen Paul Halton diterima Presiden Soeharto di Bina Graha pada jam 09.00 pagi ini. Dalam pertemuan itu telah dibicarakan masalah pertukaran guru dan pariwisata, selain masalah peternakan. Masalah pertukaran guru ini dianggap penting, karena pemerintah Wilayah Utara Australia telah memutuskan untuk mengajarkan bahasa Indonesia di sekolah-sekolah dasar mulai tahun 1990. (AFR)

______________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 633. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Apr 282015
 

Menerima Menteri KLH, Presiden Soeharto: Libatkan Pemerintah Daerah Atasi Pemboman Ikan[1]

 

SABTU, 1 AGUSTUS 1986 Presiden Soeharto menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah untuk mencegah terjadinya pemboman ikan laut karena hal ini dapat merusak sumber daya kelautan. Hal itu dikatakan oleh Kepala Negara ketika menerima laporan Menteri KLH Emil Salim mengenai Seminar Laut Nasional II di Bina Graha pagi ini. Salah satu hasil seminar itu menyebutkan bahwa sumber daya alam dalam zone ekonomi eksklusif mulai dimanfaatkan dengan diberikannya berbagai kemudahan untuk pengembangan usaha di bidang perikanan dan pertambangan dasar laut. (AFR)

________________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 633. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Apr 282015
 

Diterima Presiden Soeharto, Menteri Agama Laporkan Jamaah Haji[1]

 

SABTU, 1 AGUSTUS 1986 Pukul 09.00 pagi ini Menteri Agama, Muna­wir Sjadzali, menghadap Presiden Soeharto di Bina Graha. Ia menemui Kepala Negara untuk melaporkan tentang penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Dilaporkannya bahwa jamaah haji Indonesia tahun ini berjumlah 56.402 orang. Bila dibandingkan dengan jumlah jamaah tahun lalu yang mencapai 57.524 orang, tahun ini berarti terjadi penurunan jumlah jamaah sekitar 2%. (AFR)

__________________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 633. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Apr 282015
 

Presiden Soeharto Tinjau Pameran Produksi di Silang Monas[1]

SELASA, 27 AGUSTUS 1985 Pukul 09.00 pagi ini Presiden dan Ibu Soeharto meninjau Pameran Produksi Indonesia 1985 di Silang Monas, Jakarta. Peninjauan ini merupakan kunjungan Presiden Soeharto yang ketiga kalinya ke pameran tersebut sejak dibuka pada awal bulan. Dalam kunjungan kali ini, Presiden dan lbu Tien Soeharto, yang didampingi oleh Wakil Presiden dan lbu Umar Wirahadikusumah, meninjau anjungan­ anjungan Departemen Kehutanan, Departemen Perindustrian, Departemen Pertambangan dan Energi; DKI, serta Hall A dimana divisualisasikan hasil-hasil pembangunan sejak Pelita I sampai sekarang ini. (AFR)

________________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 356. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Apr 282015
 

Presiden Soeharto Sholat Ied dan Serahkan Binatang Qurban[1]

SENIN, 26 AGUSTUS 1985 Presiden Soeharto, Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah dan sejumlah menteri Kabinet Pembangunan pagi ini melakukan Shalat Idul Adha 1405 Hijriah di Masjid lstiqlal, Jakarta, bersama sebagian umat Islam ibukota. Setelah Shalat led, Presiden Soeharto menyerahkan qurban berupa seekor sapi jantan kepada panitia qurban Masjid Istiqlal. Hal yang sama juga dilakukan Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah. (AFR)

_____________________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 356. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Apr 282015
 

Menerima Menlu Vietnam, Presiden Soeharto: Konflik Indocina Selesai, Asia Tenggara Stabil[1]

MINGGU 25 AGUSTUS 1985 Di kediamannya malam ini, Presiden Soeharto menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Vietnam, Nguyen Co Thach. Pertemuan itu dihadiri juga oleh Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja. Masalah-masalah di kawasan Asia Tenggara dan hubungan bilateral Indonesia-Vietnam merupakan fokus utama pembicaraan malam ini.

Kepada Menteri Luar Negeri Vietnam itu, Presiden mengatakan bahwa kontak-kontak perlu terus dipelihara untuk mencari penyelesaian masalah Kamboja. Dengan selesainya konflik di lndocina itu, maka Asia Tenggara akan menjadi wilayah yang stabil, dimana semua negara di kawasan ini akan dapat hidup berdampingan secara damai tanpa ada campur tangan terhadap urusan dalam negeri masing-masing, sekalipun ada perbedaan didalam sistem politik, ekonomi dan sosialnya. (AFR)

______________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 355-356. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Apr 272015
 

Presiden Soeharto Berikan Bantuan Pembangunan Masjid Raya Palangkaraya[1]

KAMIS 22 AGUSTUS 1985 Presiden Soeharto memberi bantuan sebesar Rp250 juta bagi pembangunan Masjid Raya di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Demikian dikatakan oleh Kepala Biro Sosial dan Mental Spiritual, Pemerintah Daerah Tingkat II Kalimantan Tengah di Palangka Raya hari ini. (AFR)

______________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 355. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Apr 272015
 

Walikota Medah Serahkan Bantuan Presiden Soeharto Untuk Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara[1]

KAMIS 22 AGUSTUS 1985 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di Medan mendapat bantuan dari Presiden Soeharto sebesar Rp 85 juta; bantuan tersebut di peruntukkan bagi pembangunan gedung kuliah di kampus universitas itu. Atas nama Presiden, bantuan itu diserahkan oleh Walikota Medan;  AS Rangkuty, kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr Dalmy Iskandar, dalam suatu upacara hari ini. Bantuan ini merupakan tahap pertama dari bantuan dana yang dijanjikan Presiden sebesar Rp250 juta. (AFR)

______________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 355. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Apr 272015
 

Resmikan Waduk Song Putri Wonogiri, Presiden Soeharto: Berhasil atau Gagalnya Pembangunan Berada di Tangan Kita Sendiri[1]

KAMIS 22 AGUSTUS 1985 Setiba di Solo pagi ini, Presiden dan Ibu Tien Soeharto menghadiri upacara peresmian Waduk Song Putri, Wonogiri, Jawa Tengah. Presiden meresmikan waduk ini dengan menandatangani prasasti dan membuka pintu waduk. Pada kesempatan itu Kepala Negara mengadakan dialog dengan para petani setempat. Sementara itu Ibu Tien Soeharto menyerahkan bibit penghijauan kepada Kepala Desa Windukerto, Wonogiri.

Memberikan kata sambutan pada acara peresmian, Presiden mengatakan antara lain bahwa salah satu syarat untuk meningkatkan pembangunan adalah memperbesar dan memperbanyak keterampilan untuk membangun dalam segala bidang. Sebab, pada akhimya, berhasil atau gagalnya pelaksanaan pembangunan sepenuh-penuhnya berada di tangan kita sendiri. Tidak ada orang lain yang dapat menolong kita jika kita tidak dapat menolong diri kita sendiri. Dalam rangka itulah mudah bagi kita untuk terus menambah tenaga-tenaga yang cakap dan terampil dalam segala lapangan pembangunan dan di segala tingkatan. (AFR)

______________________

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 355. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003