Oct 252014
 

Kata Sambutan Presiden Soeharto Untuk Buku Perencanaan Tenaga Kerja Nasional

Kata Sambutan Presiden Soeharto untuk Buku Perencanaan Tenaga Kerja Nasional tanggal 15 Desember 1995 di Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Aug 282014
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Peresmian Pembukaan Seminar Nasional Ketenagakerjaan

Sambutan Presiden Soeharto pada Peresmian Pembukaan Seminar Nasional Ketenagakerjaan tanggal 3 Mei 1994 di lstana Negara, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Jun 042014
 

Sambutan Presiden Soeharto Saat Menerima Para Peserta Raker Nasional Departemen Tenaga Kerja

Sambutan Presiden Soeharto pada Waktu Menerima Para Peserta Rapat Kerja Nasional Departemen Tenaga Kerja tanggal 27 Mei 1993 di Bina Graha, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Mar 312014
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Pembukaan Rapat Kerja Departemen Tenaga Kerja

Sambutan Presiden Soeharto pada Pembukaan Rapat Kerja Departemen Tenaga Kerja tanggal 13 September 1988 di Bina Graha, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Feb 022014
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Upacara Pembukaan Rakor Antar Instansi Tentang Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Wanita Melalui Pendekatan Kesejahteraan Terpadu

Sambutan Presiden Soeharto pada Upacara Pembukaan Rapat Koordinasi Antar Instansi tentang Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Wanita Melalui Pendekatan Kesejahteraan Terpadu tanggal 23 Agustus 1982 di Istana Negara, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Dec 272013
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Penutupan Rapat Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Sambutan Presiden Soeharto pada Penutupan Rapat Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi tanggal 12 Juli 1979 di Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Sep 132013
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Pembukaan Seminar “Kesehatan Dalam Rangka Peningkatan Efisiensi Dan Produktivitas Perusahaan Serta Tenaga Kerja “

Sambutan Presiden Soeharto pada Pembukaan Seminar “Kesehatan Dalam Rangka Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas Perusahaan Serta  Tenaga Kerja “ pada tanggal 23 Maret  1969 di Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

 

Aug 282013
 

Presiden Soeharto Instruksikan Tataniaga Kopra Untungkan Petani

Setujui Laos Beli Beras Muangthai dari Bantuan Indonesia[1]

SELASA, 26 AGUSTUS 1975. Kepala Negara menginstruksikan kepada Menteri Perdagangan dan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi untuk mengarahkan tataniaga kopra kearah yang betul-betul menguntungkan para petani dengan menggunakan sistem BUUD/KUD. Selain itu Kepala Negara juga menginstruksikan instansi-instansi terkait untuk melaksanakan programnya masing-masing secara cermat, sehingga persediaan bahan pokok benar-benar terjamin selama bulan puasa dan lebaran. Instruksi tersebut dikeluarkan Presiden didalam sidang Dewan Stabilisasi Ekonomi Nasional yang berlangsung pagi ini di Bina Graha.

Pada kesempatan itu, Presiden telah mengabulkan permintaan pemerintah Laos agar negara tetangga Indo-Cina itu dapat menggunakan setengah dari bantuan yang diberikan Indonesia untuk membeli beras dari Muangthai, sebagaimana dilaporkan oleh Menteri Perdagangan Radius Prawiro. Sebagaimana diketahui, beberapa waktu yang lalu Indonesia telah memberikan bantuan sebesar US$ 1.000.000,- kepada Laos. Ketika itu disepakati oleh kedua belah pihak bahwa dari jumlah tersebut, US$500.000,- dapat digunakan oleh pemerintah Laos secara bebas, sedangkan sisanya digunakan untuk membeli produk Indonesia yang dibutuhkan rakyat Laos, seperti tekstil. (AFR).



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978″, hal 279-280. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Apr 302013
 

Presiden Soeharto: Jaga dan Pertahankan Kestabilan Harga Beras

(Instruksikan Kesiapan Menghadapi Delegasi Iran)[1]

 

SELASA, 12 April 1977, Pukul 10.00 pagi ini Presiden Soeharto memimpin sidang Dewan Stabilisasi Ekonomi Nasional di Bina Graha. Dalam sidang Nasional itu telah didengar laporan mengenai laju inflasi yang diperhitungkan dari harga 62 bahan pokok kebutuhan rakyat selama bulan Maret. Diperkirakan bahwa kenaikan hanya sebesar 0,06%. Dengan gejala baik sekarang ini, sidang berpendapat bahwa pegawai negeri bisa memanfaatkan kenaikan gajinya.

Dalam sidang ini Kepala Negara telah memberikan petunjuk agar harga beras dijaga dan dipertahankan kestabilannya. Bahan-bahan pokok lainnya juga perlu mendapatkan perhatian misalnya, minyak goreng dan barang-barang lain yang menggunakan bahan minyak goreng seperti sabun.

Sementara itu Menteri Perdagangan telah melaporkan kepada sidang tentang terjadinya peningkatan permintaan dari luar negeri terhadap bahan-bahan pertanian seperti karet, kopi dan kayu. Untuk itu Presiden Soeharto  menginstruksikan agar Departemen Pertanian secepatnya menyiapkan program kongkrit untuk meningkatkan tanaman dan produksi kopi, dengan jalan mengusahakan penanamannya oleh rakyat dan tidak hanya untuk perkebunan. Ditekankan pula agar penanaman tersebut juga dilakukan oleh para transmigran dengan jalan menanam kopi di pekarangan rumahnya.

 Presiden Soeharto juga menginstruksikan kepada Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi untuk menyediakan segala sesuatu yang perlu guna menghadapi delegasi Iran. Delegasi Iran itu akan datang untuk membicarakan permintaan tenaga kerja di bidang tekstil, listrik dan keramik. (AFR)



[1] Dikutip Langsung dari Buku Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978, hal. 479.

Apr 172013
 

Pak Harto Membuka Sidang Menteri-Menteri Tenaga Kerja ASEAN

 (Penciptaan Lapangan Kerja Hanya Melalui Pembangunan Menyeluruh)[1]

 

SELASA, 1 April 1975, Penciptaan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya hanya dimungkinkan dengan pembangunan yang menyeluruh. Demikian dikemukakan oleh Presiden Soeharto ketika membuka sidang Menteri-Menteri Tenaga Kerja ASEAN, yang membahas masalah kesempatan kerja dan kependudukan, di Bina Graha pagi ini. Menurut Kepala Negara, kini sudah saatnya kita mencari dan mengembangkan cara-cara bagaimana negara-negara ASEAN dapat menyusun program bersama yang lebih efisien, dan bukan hanya mengatasi masalah kependudukan dan kesempatan kerja saja, melainkan juga mampu menyelesaikan masalah-masalah tersebut secara menyeluruh.

Selanjutnya Kepala Negara mengemukakan bahwa masalah penduduk dan tenaga kerja merupakan kunci dari pada ketentraman dan kesejahteraan sosial masyarakat pada umumnya. Keberhasilan negara-negara ASEAN dalam memecahkan persoalan ini akan memberi sumbangan pada terwujudnya stabilitas bersama, yang merupakan unsur pendorong bagi bertambah cepat dan lancarnya pembangunan. Kita cukup menyadari betapa mutlaknya penanggulangan terhadap masalah-masalah tadi bagi berhasilnya pembangunan sebagai ikhtiar  untuk mewujudkan kemakmuran bangsa dan kesejahteraan rakyat, baik materil maupun spiritual. Masalah-masalah tersebut perlu ditanggulangi melalui usaha-usaha yang panjang dengan mengatur pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana dan dengan usaha menciptakan dan memperluas lapangan kerja sebanyak mungkin. Demikian antara lain dikatakan oleh Presiden. Dapat ditambahakan bahwa sebelum menyampaikan amanatnya, Kepala Negara telah menerima kunjungan kehormatan dari para menteri tenaga kerja ASEAN tersebut.

Presiden Soeharto menginstruksi Departemen Pertanian dan Departemen Penerangan untuk menangani program kampanye intensifikasi di bidang pertanian. Instruksi ini dikeluarkan didalam sidang Dewan Stabilisasi Ekonomi  Nasional yang berlangsung di Bina Graha, dimana telah ditetapkan bahwa kampanye program intensifikasi di bidang pertanian perlu ditingkatkan. Dalam hubungan ini sidang menetapkan bahwa salah satu bidang pertanian yang perlu diintensifkan adalah penanaman tebu, sehingga memungkinkan disederhanakannya masalah sewa tanah yang sekarang ini masih sangat kompleks.

Sidang juga telah membahas masalah penanggulangan hama wereng dan penyakit virus. Pada bulan Januari lalu, pemerintah telah menerima laporan mengenai adanya daerah potensi serangan  hama Wereng Coklat di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pada akhir Februari ternyata masih terjadi perluasan daerah potensi serangan hama Wereng Coklat itu, sekalipun pemberantasan telah mulai dilakukan. Selain pemberantasan hama, pemerintah juga mengganti varietas padi yang peka dengan varitas baru, yaitu PB-26, PB-28, dan PB-30 yang tahan terhadap hama wereng dan penyakit virus.  (AFR)



[1] Dikutip Langsung dari Buku Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978, hal. 233-234.