Feb 212013
 

SIDANG SUB DEWAN STABILISASI EKONOMI

(Pegawai Negeri Memakai Pakaian Harian Sebagaimana Menteri )1

SELASA 01 PEBRUARI 1972, Presiden Soeharto, dalam sidang Sub Dewan Stabilisasi Ekonomi di Bina Graha hari ini, menganjurkan agar mulai bulan April yang akan datang semua pegewai negeri memakai pakaian harian sebagaimana biasanya dipakai oleh para menteri.

1 Dikutip dari buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973.

Jan 302013
 

SIDANG SUB DEWAN STABILISASI EKONOMI[1]

SELASA, 11 FEBRUARI 1969. Presiden Soeharto memimpin sidang Sub Dewan Stabilisasi Ekonomi di Istana Merdeka. Dalam sidang itu antara lain telah dibahas situasi umum dalam bidang impor dan ekspor, Inmas Gotong Royong, dan jalannya pembahasan RUU Anggaran Belanja Tahun 1969/1970



[1]     Dikutip dari buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973.

Jan 282013
 

SIDANG SUB DEWAN STABILISASI EKONOMI[1]

SELASA, 4 FEBRUARI 1969. Melalui Komandan Korem 074 Surakarta, Kol. Amir Joedowinarno, Presiden Soeharto atas nama pribadi menyerahkan lima buah pompa air kepada rakyat di desa Wuryantoro, Wonogiri. Jenderal Soeharto mengharapkan agar penduduk setempat dapat meningkatkan produksi pangan dengan pompa-pompa tersebut.

Pukul 10.00 pagi Presiden Soeharto membuka sidang Sub-Dewan Stabilisasi Ekonomi bertempat di Istana Merdeka. Sidang tersebut membahas laporan dari menteri-menteri dalam bidang ekonomi tentang persoalan-persoalan yang sedang dihadapi. Dalam laporannya, Menteri Perdagangan Sumitro Djojohadikusumo mengatakan bahwa selaam bulan Januari terdapat kenaikan ekspor Indonesia bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara itu Menteri Perhubungan Frans Seda memaparkan rencana departemennya untuk menjual 27 kapal milik Pelni. Menteri Keuangan Ali Wardhana melaporkan tentang usaha agar Indonesia dapat menjadi salah satu direktur eksekutif yang permanen pada Asia Development Bank (ADB).



[1]     Dikutip dari buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973.

SIDANG SUB DEWAN STABILISASI EKONOMI[1]

 

SELASA, 4 FEBRUARI 1969 . Pada tanggal ini Presiden Soeharto melakukan aktivitas berikut:

·      Melalui Komandan Korem 074 Surakarta, Kol. Amir Joedowinarno, Presiden Soeharto atas nama pribadi menyerahkan lima buah pompa air kepada rakyat di desa Wuryantoro, Wonogiri. Jenderal Soeharto mengharapkan agar penduduk setempat dapat meningkatkan produksi pangan dengan pompa-pompa tersebut

Pukul 10.00 pagi Presiden Soeharto membuka sidang Sub-Dewan Stabilisasi Ekonomi bertempat di Istana Merdeka. Sidang tersebut membahas laporan dari menteri-menteri dalam bidang ekonomi tentang persoalan-persoalan yang sedang dihadapi. Dalam laporannya, Menteri Perdagangan Sumitro Djojohadikusumo mengatakan bahwa selaam bulan Januari terdapat kenaikan ekspor Indonesia bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara itu Menteri Perhubungan Frans Seda memaparkan rencana departemennya untuk menjual 27 kapal milik Pelni. Menteri Keuangan Ali Wardhana melaporkan tentang usaha agar Indonesia dapat menjadi salah satu direktur eksekutif yang permanen pada Asia Development Bank (ADB).



[1]    Dikutip dari buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973.