Oct 102014
 

Kata Sambutan Presiden Soeharto Untuk Buku “Perkembangan Pendidikan di Indonesia Selama 50 Tahun Indonesia Merdeka”

Kata Sambutan Presiden Soeharto untuk Buku “Perkembangan Pendidikan di Indonesia Selama 50 Tahun Indonesia Merdeka” tanggal 28 Oktober 1995 di Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Mar 122013
 

Presiden Soeharto Terima DPP Angkatan 1945

(Jiwa dan Semangat 1945 Harus Diwariskan)[1]

RABU, 1 Maret 1972, Presiden Soeharto pagi ini di Istana Merdeka menerima anggota DPP Angkatan ’45 yang antara lain terdiri atas ketua I Djamin Gintings dan ketua II Ali Sadikin. Pada kesempatan itu Presiden meminta agar jiwa dan semangat ’45 diwariskan kepada generasi yang akan datang sehingga mereka tidak kehilangan pedoman dalam mengembangkan persatuan dan kesatuan nasional. (AFR)



[1] Dikutip Langsung dari Buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973, hal 423

Mar 102013
 

Presiden Soeharto Menerima Menteri Luar Negeri Yugoslavia

(Membahas Kerjasama Non Blok dan Penundaan Pembayaran Utang)[1]

SABTU, 28  Maret 1970, Pagi  hari,  Presiden Soeharto menerima Menteri Luar Negeri Yugoslavia, Mirco Tepavac, di Istana Merdeka. Selain membahas masalah-masalah kerjasama Negara-Negara Non-Blok, ada hubungan bilateral antara kedua negara, secara khusus Presiden Soeharto menyampaikan harapannya agar Yugoslavia dapat melakukan penundaan pembayaran kembali utang Indonesia. (AFR)



[1] Dikutip Langsung dari Buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973, hal 212

Feb 082013
 

IDUL ADHA DAN PERBAIKAN PENGELOLAAN HAJI

(Segala Kebijaksanaan dan Pengaturan Haji dibuat Untuk Kepentingan Jamaah haji)[1]

SENIN, 16 PEBRUARI, Menyambut hari raya Idul Adha, pagi hari Presiden Soeharto bersama-sama ummat Islam ibukota melakukan sholat Ied di halaman Istana Negara.

Dalam amanatnya antara lain Presiden kembali menjelaskan kebijaksanaan dan pengaturan haji dibuat semata-mata untuk kepentingan jamaah itu sendiri. Jadi tujuan pengaturan itu bukan untuk memegang hak monopoli dan sama sekali bukan untuk mencari untung.

Presiden mengungkapkan bahwa sejak tahun lalu jemaah haji tidak lagi mendapat subsidi, melainkan sebaliknya telah mengumpulkan dana sebesar Rp. 500 juta. Untuk itu Presiden juga secara khusus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para jemaah haji yang telah mengumpulkan dana tersebut, karena mereka telah beramal bagi kemajuan Islam dan tanah air. Sehubungan dengan dana tersebut Presiden menjanjikan untuk menggunakannya seefektif mungkin untuk tujuan pembinaan ummat Islam.



[1] Dikutip Langsung dari Buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973

Jan 302013
 

SHOLAT IDHUL ADHA DI ISTANA MERDEKA

Penataan Pengelolaan Zakat dan Ibadah Haji[1]

KAMIS, 27 FEBRUARI 1969. Presiden Soeharto bershalat Idhul Adha di halaman Istana Merdeka bersama-sama umat Islam Jakarta. Pada kesempatan itu Presiden menyerukan kepada ummat Islam untuk giat memberikan zakat yang merupakan suatu kewajiban, karena Islam adalah agama amal. Presiden menjelaskan bahwa demi pemanfaatan zakat itu sebaik-baiknya, maka dalam waktu dekat Presiden akan membentuk suatu panitia perumus pemanfaatan uang zakat yang anggota-anggotanya terdiri dari tokoh-tokoh alim ulama Islam.

Untuk memperlancar pelaksanaan ibadah haji, maka mulai tahun ini penyetoran uang haji harus dilakukan dua tahun sebelumnya. Kebijaksanaan tersebut diambil, karena tahun ini kita mengalami peristiwa yang menyedihkan dalam pengaturan dan pemberangkatan calon jemaah haji.



[1]     Dikutip dari buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973.

Jan 292013
 

RAPAT MENTERI KABINET[1]

KAMIS 15 JANUARI 1970, Presiden Soeharto di Istana Merdeka hari ini mengadakan rapat dengan menteri-menteri kabinet dan pejabat lembaga-lembaga pemerintahan lainnya mengenai pelaksanaan pembangunan berdasarkan anggaran tahun 1969/1970. Tahun anggaran 1969/1970 merupakan tahun pertama pelaksanaan Pelita.



[1]     Dikutip dari buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973.

Jan 292013
 

RESEPSI TAHUN BARU 1970[1]

JUM’AT, 1 JANUARI 1970, Presiden dan Ibu Tien Soeharto pada malam hari mengadakan resepsi tahun baru di Istana Merdeka, Jakarta. Resepsi untuk menyambut kehadiran tahun 1970 itu berlangsung secara cukup meriah dan dihadiri oleh para pejabat tinggi pemerintah, kepala perwakilan asing, dan tokoh masyarakat.



[1]     Dikutip dari buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973.