Feb 082014
 

Pidato Presiden Soeharto Pada Pelantikan Para Menteri Kabinet Pembangunan IV

Pidato Presiden Soeharto pada Upacara Pelantikan Para Menteri Kabinet Pembangunan IV tanggal 19 Maret 1983 di Istana  Negara, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Dec 172013
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Pembukaan Sidang Para Menteri Ekonomi ASEAN VI

Sambutan Presiden Soeharto pada Pembukaan Sidang Para Menteri Ekonomi ASEAN VI tanggal 5 Juni 1978 di Jakarta.  Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Dec 162013
 

Presiden Soeharto Menerima Sejumlah Menteri[1]

SABTU, 7 DESEMBER 1974, Datang menghadap Presiden Soeharto di Istana Merdeka siang ini adalah Menteri Negara Ekuin/Ketua Bappenas, Widjojo Nitisastro, Menteri Keuangan, Ali Wardhana, Menteri PAN, Sumarlin, dan Menteri/Sekretaris Negara, Sudharmono. Tidak diketahui apa pokok permasalahan yang telah dibahas dalam pertemuan yang dimulai pada pukul 11.00 dan berlangsung selama Iebih kurang satu jam itu. (WNR)


[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978″, hal 180. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Dec 152013
 

Amanat Presiden Soeharto Pada Upacara Pelantikan Para Menteri Kabinet Pembangunan III

Amanat Presiden Soeharto pada Upacara pelantikan Para Menteri Kabinet Pembangunan III tanggal 31 Maret 1978 di Istana Negara, Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Nov 192013
 

Pidato Presiden Soeharto Pada Pembukaan Sidang Kelompok 77 UNCTAD Wilayah Asia Tingkat Menteri

Pidato Presiden Soeharto pada Pembukaan Sidang Kelompok 77 UNCTAD Wilayah Asia Tingkat Menteri (beserta terjemahan dalam bahasa Inggris) tanggal 19 Januari 1976 di Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Oct 092013
 

Presiden Soeharto: Tertibkan Penggunaan Anggaran

Singgung Terpilihnya Indonesia Sebagai Dewan Pimpinan Bank Dunia dan IMF[1]

 

SELASA, 12 OKTOBER 1971 Presiden Soeharto mengharapkan agar dengan terpilihnya Indonesia menjadi Ketua Dewan Pimpinan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional, kita dapat memberi sumbangan pada penyelesaian krisis moneter internasional dengan memperhatikan sepenuh­ nya kepentingan negara-negara berkembang. Dalam menghadapi krisis moneter internasional yang berkepanjangan itu, Presiden menginstruksikan semua menteri dan lembaga yang bersangkutan untuk terus mengamati dan meneliti perkembangannya. Selain itu ia juga menginstruksikan semua menteri agar betul-betul melaksanakan dengan tertib peraturan-peraturan yang berlaku mengenai tata cara penggunaan anggaran, terutama anggaran pembangunan, yang telah diatur dengan Keppres No. 14/1971. Namun demikian Kepala Negara mengingatkan bahwa penertiban itu jangan sampai menghambat pelaksanaan realisasi anggaran. Demikian antara lain pokok-pokok keputusan yang dihasilkan dalam sidang paripurna kabinet pagi ini di gedung Sekretariat Kabinet. (AFR).



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973″, hal 376. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.

Sep 222013
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN II

Sambutan Presiden Soeharto pada Pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN II pada tanggal 14 Desember 1969  di Kuala Lumpur Malaysia. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Sep 122013
 

Presiden Soeharto Bahas Rencana Pembangunan Rumah Murah

Berikan Bantua Kapal Untuk Kalimantan Tengah dan Masjid Palangkaraya[1]

 

SENIN, 13 SEPTEMBER 1971 Pagi ini Presiden Soeharto membahas rencana pembangunan perumahan rakyat dengan Menteri PUTL, Ir. Sutami. Rumah-rumah murah tersebut merupakan salah satu usaha untuk nanggulangi kesulitan perumahan. Usai pertemuan, Menteri Sutami menjelaskan bahwa Presiden telah menyetujui untuk membangun lebih kurang 1.000 unit rumah setiap tahunnya di Pulau Jawa. Rumah-rumah sederhana yang berukuran 45 meter persegi itu berharga sekitar Rp. 250.000,-, dengan bahan  dari particle  board atau papan-serbuk.

Dalam pada itu, Presiden Soeharto memberikan lagi sebuah kapal berukuran 200 ton untuk daerah Kalimantan Tengah, selain bantuan uang sebesar Rp. 10 juta bagi pembangunan masjid di Palangkaraya. Bantuan­bantuan tersebut diserahkan oleh Presiden kepada Gubernur Kalimantan Tengah, Ir. Sylvanus, yang datang menghadapnya di Bina Graha pagi ini. Pada kesempatan itu juga dibahas rencana pengerukan muara Sungai Kahayan yang akan bermanfaat untuk melancarkan pengangkutan kayu. (AFR).



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973″, hal 367. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.

Jun 272013
 

Presiden Soeharto Memberikan Bantuan Koperasi Peternak Unggas

(Tokyo Menyetujui Pinjaman Untuk Pembangunan Infrastruktur[1]

 

KAMIS, 01 Juni 1972, Presiden Soeharto akan memberikan bantuan sebesar Rp. 30 juta bagi penbgembangan usaha koperasi peternakan unggas. Bantuan ini merupakan reaksi Presiden terhadap laporan Menteri Transmigrasi dan Koperasi Subroto, yang menghadapnya di Jalan Cendana hari ini, mengenai konsolidasi koperasi peternakan unggas. Sebagaimana diketahui, gagasan koperasi peternakan unggas telah dikemukakan Presiden kepada para peternak unggas beberapa waktu yang lalu.

Diberitakan oleh pers di Tokyo bahwa Jepang telah menyetujui untuk menyediakan pinjaman kepada Indonesia. Pinjaman tersebut diperuntukkan bagi pembiayaan proyek perikanan tuna, jaringan distribusi listrik di Riam Kanan (Kalimantan), pembangunan jalan kereta api antara Cirebon-Weleri, perluasan jaringan telepon, dan perluasan pabrik-pabrik pemintalan (AFR).



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973″, hal 443. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.

May 212013
 

Presiden Soeharto Instruksikan Optimalisasi Target Anggaran[1]

 

SABTU, 6 Mei 1972, Presiden Soeharto menginstruksikan kepada para menteri agar departemen mereka meningkatkan pemanfaatan anggaran sesuai dengan target yang telah di tetapkan. Presiden juga menginstruksikan agar diadakan penertiban terhadap pelaksanaan peraturan-peraturan yang telah ada , baik mengenai bea-cukai, pajak, dan lain-lainnyua. Demikian instruksi Presiden dalam sidang kabinet paripurna hari ini. Selain itu sidang kabinet juga telah mendengarkan rencana kunjungan Presiden Soeharto ke Jepang dalam beberapa hari mendatang. (AFR)



[1] Dikutip Langsung dari Buku Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973, hal. 437.