Jun 072014
 

Sambutan Presiden Soeharto Pada Pembukaan Konferensi Internasional Mengenai Indonesia, Asia Pasifik Dan Tata Dunia Baru

Sambutan Presiden Soeharto pada Pembukaan Konferensi Internasional mengenai Indonesia, Asia Pasifik dan Tata Dunia Baru tanggal 8 Agustus 1993 di Sheraton Nusa Indah Convention Center, Bali. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Feb 142014
 

Pesan Presiden Republik Indonesia Pada Hari Solidaritas Internasional Dengan Rakyat Palestina

Pesan Presiden Republik Indonesia pada Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina tanggal 29 November 1983 di Jakarta. Naskah selengkapnya dikemukakan sebagai berikut:

Feb 102014
 

Komunike Bersama Indonesia-Australia[1]

JUM’AT, 23 FEBRUARI 1973, Pada akhir kunjungan PM Whitlam di Indonesia, pemerintah Australia dan Indonesia hari ini mengeluarkan suatu komunike bersama. Komunike bersama tersebut antara lain menyatakan kesepakatan untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan hubungan kedua negara dan mengkonsolidasikan  hubungan itu. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973″, hal 507. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Jan 122014
 

Presiden Soeharto: Indonesia-Jepang Perlu Perhatikan Kawasan Bersama[1]

RABU, 9 JANUARI 1974, Presiden Soeharto pagi ini menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Jepang yang baru, Ryozo Sunobe, di Istana Merdeka. Dalam pidatonya, Presiden mengatakan bahwa Indonesia dan Jepang perlu memberikan perhatian istimewa atas kawasan bersama  di Asia ini. Untuk memberi isi yang makin nyata pada landasan hubungan antara kedua negara, maka kedua negara perlu mengembangkan kerjasama yang menjamin kemanfaatan yang sama besarnya dari pihak yang satu terhadap pihak yang lain. Demikian antara lain dikatakan oleh Kepala Negara. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978″, hal 91. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Oct 212013
 

Pembicaraan Resmi Indonesia-Mesir[1]

 

SENIN, 17 OKTOBER 1977 Pagi ini berlangsung pembicaraan resmi antara Indonesia dan Mesir di Kairo. Dalam pembicaraan itu disepakati antara lain hal-hal berikut. Kedua belah pihak tegas mendesak perlunya dicapai suatu perdamaian yang adil dan kekal di Timur Tengah, dengan cara menarik secara total militer Israel dari wilayah Arab yang didudukinya sejak tahun 1967. Perlu direalisasikan hak-hak yang sah dari bangsa Arab Palestina, termasuk hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan membentuk negara merdeka di tanah airnya. Kedua belah pihak juga dengan tegas menyatakan agar konferensi Jenewa mengenai Timur Tengah hendaknya diselenggarakan tanpa diundur-undur lagi waktunya, dengan mengikutsertakan semua pihak yang terlibat dan berkepentingan, termasuk Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang merupakan wakil sah dari rakyat Palestina.

Pihak Mesir menegaskan pendiriannya mendukung keinginan rakyat Timor Timur untuk bergabung dengan Indonesia, serta mendukung posisi Indonesia dalam prinsip Wawasan Nusantara. Kedua belah pihak sepakat untuk meninjau kembali kerjasama ekonomi antara kedua negara dan menyetujui konsolidasi selanjutnya dalam hubungan-hubungan perdagangan antara kedua negara. (AFR).



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978″, hal 555-556. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Oct 072013
 

Resmikan Pabrik Tekstil di Bandung, Presiden Soeharto Ajak Gunakan Produksi Dalam Negeri [1]

SENIN, 26 OKTOBER 1970 Presiden Soeharto meresmikan sebuah pabrik tekstil milik PT Kanebo Tomen Sandang di Banjaran, Bandung, Jawa Barat, yang merupakan kerjasama Indonesia dan Jepang. Pada kesempatan ini Presiden mengajak masyarakat Indonesia untuk memakai produksi dalam negeri. Akan tetapi Jenderal Soeharto menegaskan bahwa ini bukan komando, melainkan bersifat mengingatkan dan menyadarkan masyarakat bahwa produksi dalam negeri tidak selalu lebih rendah mutunya dari barang impor. Selain itu Presiden juga meminta kepada para investor asing untuk menanamkan modal mereka di daerah-daerah, karena di daerahpun cukup jaminan bagi pertumbuhan modal asing. (AFR).



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973″, hal 267-268. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.

Aug 182013
 

Presiden Soeharto Buka Festival Seni Ramayana Internasional di Pandaan[1]

SELASA, 31 AGUSTUS 1971, Presiden Soeharto jam 19.00 malam ini meresmikan Festival Seni Ramayana Internasional yang pertama di Pandaan, Malang, Jawa Timur, dengan tiga kali pemukulan gong di pentas Chandra Wilwatikta. Setelah itu, peserta-peserta dari Birma, India, Khmer, Malaysia, Muangthai, serta Indonesia mempertunjukkan petikan dari cerita-cerita Ramayana dengan versi masing-masing. (AFR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973″, hal 359-360. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.

Aug 092013
 

Presiden Soeharto Jawab Nixon: Musuh Paling Besar Indonesia Jika Pelita Gagal

(Adakan Inspeksi Departemen Perdagangan, Bulog, Entreport Umum dan Lemlit Bulog)[1]

KAMIS, 07 AGUSTUS 1969,Presiden Soeharto pagi ini mengadakan inspeksi ke Departemen Perdagangan, Bulog, Entreport Umum dan lembaga penelitian Bulog di Tambun (Bekasi). Pada kesempatan ini Presiden telah mengungkapkan pembicaraannya dengan Presiden Nixon baru-baru ini. Dalam pembicaraan tersebut Nixon menanyakan kepadanya mengenai musuh paling besar bagi Indonesia. Pertanyaan ini dijawab oleh Presiden Soeharto bahwa musuh Indonesia paling besar ialah kalau Pelita gagal. Dijelaskan oleh Presiden kepada Nixon bahwa kalau pelita gagal, maka rakyat tidak akan percaya lagi pada pemerintah dengan segala rencana pembangunannya dan tidak percaya lagi pada dirinya sendiri.

Dalam sambutan tertulisnya pada pembukaan Konferensi Kerja Nasional Kepariwisataan hari ini di Pandaan, Jawa Timur, Presiden Soeharto memperingatkan agar dalam memanfaatkan keuntungan-keuntungan ekonomis dari kegiatan kepariwisataan, kita tetap mampu mempertahankan nilai-nilai luhur kepribadian nasionbal kita. Ketinggian mutu kesenian dan kebudayaan daerah maupun nasional harus dipertahankan dan ditingkatkan, dan nilai-nilai moral dan kesusilaan haru stetap di junjung tinggi. (AFR).



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973″, hal 148-149. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.

Aug 092013
 

Presiden Soeharto Lanjutkan Konsultasi Dengan Partai-Partai Islam[1]

RABU, 06 AGUSTUS 1969, Malam ini di Istana Merdeka, Presiden Soeharto melanjutkan konsultasinya dengan partai-partai Islam, dengan menerima pemimpin-pemimpin PSII, dan Parmusi, dalam rangka persiapan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII). Dalam pertemuan ini pimpinan PSII di wakili oleh H Anwar Tjokroamonoto, H. Moch. Ibrahim, Drs. Mohammad Gobel, Bustaman SH, Wartomo Dwijojuwono, Hamid Margana, dan lukman Siregar. Sementara itu Parmusi diwakili oleh H Djarnawi Hadikusumo, Agus Sujono, Ir. Mohd. Sanusi, Ny. Hadidjah Razak, J Naro SH, Drs. Hasbullah, Faisal Basir SH, OK Azis, Syarifudin Siregar, dan H Uwes Abubakar. (AFR).



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973″, hal 148. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.

Aug 032013
 

Presiden Soeharto Hadiri KTM ASEAN Ke-2[1]

 

SELASA, 6 AGUSTUS 1968, Pukul 10.00 WIB pagi ini Presiden Soeharto menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ASEAN yang ke-2 di Jakarta. Dalam sambutannya Presiden antara lain mengatakan bahwa pembangunan ekonomi dan stabilisasi wilayah merupakan dua masalah yang harus dapat diserasikan, sebab keduanya saling berkaitan. Dalam hubungan ini Presiden mengatakan bahwa pembangunan ekonomi akan memantapkan stabilitas wilayah ini dan sebaliknya stabilitas yang mantap akan melancarkan kerjasama pembangunan ekonomi. Konferensi Tingkat Menteri ASEAN ke-2 ini, yang dihadiri oleh para menteri luar negeri negara-negara ASEAN, Indonesia, Malaysia, Filiphina, Singapura dan Muangthai, akan berlangsung sampai dengan besok.(AFR).



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973″, hal 33. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.